7 Fakta Seram Kodok Tebu Jumbo yang Teror Australia

7 Fakta Seram Kodok Tebu Jumbo yang Teror Australia

ADVERTISEMENT

7 Fakta Seram Kodok Tebu Jumbo yang Teror Australia

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 24 Jan 2023 12:45 WIB
Kodok tebu di Australia
Kodok tebu yang teror Australia. Foto: Getty Images
Jakarta -

Kodok tebu dengan nama ilmiah Rhinella marina, benar-benar bikin pusing Australia lantaran menjadi hama dan populasinya meledak. Berikut beberapa fakta menarik soal kodok ini yang dihimpun detikINET dari berbagai sumber:

Kodok terbesar di dunia

Kodok tebu ini adalah kodok terbesar di dunia. Kodok dewasa bisa tumbuh rata-rata 10 sampai 15 cm, sedangkan rekor terpanjang adalah 24 cm. Penemuan baru-baru ini di Queensland, Australia, dinilai sebagai kodok tebu paling besar yang pernah tercatat dengan berat sekitar 2,7 kilogram. Kodok ini asli Amerika Selatan dan Tengah, tapi kemudian menyebar di cukup banyak negara.

2 miliar kodok tebu teror Australia

Pada tahun 1930-an, petani tebu di Australia minta bantuan pemerintah untuk membasmi kumbang dan serangga yang merongrong tanamannya. Didatangkanlah kodok tebu yang kemudian dikembangbiakkan dan dilepas ke alam liar. Jumlahnya menjadi tak terkendali karena tak ada predator alami dan begitu cepat berkembang biak.

Diestimasi saat ini, ada sekitar 2 miliar kodok tebu di negara itu yang menjadi hama. Kodok tebu juga menyebar cepat di area lain seperti Florida, Hawaii, Filipina, Karibia dan lainnya.

Kodok tebu punya racun di kulitnya

Sekresi kelenjar kulit kodok tebu (disebut bufotoxin) sangat beracun dan dapat menimbulkan sakit atau bahkan membunuh hewan yang menggigit atau memakannya, termasuk hewan peliharaan. Sekresi kulit dapat mengiritasi kulit atau 'membakar' mata manusia yang memegang kodok ini. Maka dengan senjata itu, makin sukar menangkal kodok ini.

Berkembang biak sangat cepat

Salah satu kunci kodok tebu bisa menyebar sangat cepat adalah mampu berkembang biak dalam jumlah begitu besar. Mereka berkembang biak hampir setiap saat sepanjang tahun dan bertelur antara 8.000 dan 30.000 sekaligus dalam satu waktu di air tawar.

Baik telur maupun kecebong kodok tebu ini juga beracun. Tak hanya itu, mereka sangat mudah beradaptasi dan dapat ditemukan di daerah perkotaan dan pertanian, bukit pasir, padang rumput pesisir, tepi hutan hujan dan rawa bakau.

Halaman selanjutnya, kodok tebu sangat rakus>>>



Simak Video "Penampakan Kodok Raksasa di Australia yang Disuntik Mati"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT