Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Leonardo DiCaprio dan Bezos Guyur Rp 3,5 T untuk Selamatkan 100 Spesies

Leonardo DiCaprio dan Bezos Guyur Rp 3,5 T untuk Selamatkan 100 Spesies


Virgina Maulita Putri - detikInet

PARIS, FRANCE - JUNE 17: U.S. Founder of Amazon and Blue Origin, Jeff Bezos attends the Viva Technology show at Parc des Expositions on June 17, 2026 in Paris, France. VivaTech, the biggest tech show in Europe but also in a unique digital format, for 4 days of reconnection and relaunch thanks to innovation. The event brings together startups, CEOs, investors, tech leaders and all of the digital transformation players who are shaping the future of the Internet. The annual technology conference, also known as VivaTech, was founded in 2016 by Publicis Groupe and Groupe Les Echos and is dedicated to promoting innovation and startups. (Photo by Chesnot/Getty Images)
Foto: Getty Images/Chesnot
Jakarta -

Jeff Bezos bersama Leonardo DiCaprio meluncurkan inisiatif baru untuk menyelamatkan 100 spesies yang terancam punah. Salah satunya adalah trenggiling yang banyak ditemukan di Indonesia.

Inisiatif bernama Phoenix Species Project ini akan mendapatkan pendanaan sebesar USD 200 juta (Rp 3,5 triliun) dari yayasan Bezos Earth Fund yang dipimpin oleh Jeff dan Lauren Sanchez Bezos serta organisasi Re:Wild yang digagas oleh DiCaprio.

Dengan komitmen awal sebesar USD 200 juta, Phoenix Species Project menjadi inisiatif filantropis terbesar yang didedikasikan khusus untuk pemulihan spesies yang terancam punah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek ini akan memberikan dukungan untuk memulihkan 100 spesies yang terancam punah, mulai dari mamalia, amfibi, reptil, burung, ikan, hewan invertebrata, dan tanaman dari 30 negara, dengan habitat mulai dari lautan hingga dataran vulkanik.

Inisiatif ini akan dijalankan melalui kerja sama dengan masyarakat adat, komunitas lokal, ilmuwan, dan pegiat konservasi. Upaya pemulihan yang akan dilakukan mencakup penangkaran konservasi, restorasi habitat, manajemen penyakit, dan pengendalian spesies invasif.

ADVERTISEMENT

Komisi Kelangsungan Spesies dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) akan memberikan dukungan ilmiah. Menurut data IUCN, lebih dari 49.000 spesies sudah termasuk dalam klasifikasi terancam punah.

Beberapa spesies yang akan didukung oleh proyek pemulihan ini antara lain:

  • Sifaka mahkota emas, sejenis lemur dari Madagaskar.
  • Salamander hijau Hickory Nut Gorge, hewan penghuni pohon tanpa paru-paru yang hidup hanya di sebuah ngarai kecil di Carolina Utara.
  • Babi kutil Visayan, hewan endemik di kepulauan FIlipina.
  • Tikus Cozumel dari Meksiko, yang hanya hidup di sebuah pulau di lepas pantai Semenanjung YucatΓ‘n.
  • Iguana darat merah muda, yang hanya ditemukan di Gunung Berapi Wolf di Kepulauan Galapagos.
  • Trenggiling Malaya atau Trenggiling Sunda, hewan endemik Asia Tenggara.
  • Kura-kura panekuk dari Tanzania, yang dikenal dengan cangkangnya yang pipih dan fleksibel.
  • Katak harlequin 'starry night', yang dikenal dengan corak tubuhnya yang menyerupai langit malam berwarna hitam putih, dan hanya ditemukan di pegunungan Kolombia.
  • Ekidna berparuh panjang Attenborough, sejenis mamalia bertelur dari Pulau Papua yang dinamai untuk menghormati naturalis dan narator dokumenter David Attenborough.



(vmp/vmp)






Hide Ads