Keren! Foto Bulan Paling Detail yang Diambil dari Bumi

Keren! Foto Bulan Paling Detail yang Diambil dari Bumi

ADVERTISEMENT

Keren! Foto Bulan Paling Detail yang Diambil dari Bumi

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 16 Jan 2023 05:40 WIB
Bulan
Ini Adalah Foto Bulan Paling Detail yang Diambil dari Bumi. Foto: Raytheon Technologies
Jakarta -

Selama beberapa tahun terakhir, astronom radio di Teleskop Green Bank mengembangkan sistem prototipe menggunakan radar untuk menangkap gambar benda-benda jauh di Tata Surya, seperti planet, Bulan, asteroid dan komet, termasuk yang bisa berbahaya bagi kita. Prototipe ini berhasil mengabadikan gambar Bulan dengan resolusi tinggi.

Pada tahun 2021, gambar Bulan berfokus di wilayah Hadley di sisi dekat Bulan yang merupakan lokasi pendaratan Apollo 15. Nah, gambar terbaru Bulan kali ini berfokus pada kawah Tycho, yang ditangkap dengan resolusi 5 meter.

Dikutip dari IFL Science, ini adalah gambar permukaan Bulan dengan resolusi tertinggi yang diabadikan dari Bumi, dan mengungkapkan detail baru tentang wilayah tersebut.

Proyek ini merupakan kolaborasi antara National Radio Astronomy Observatory (NRAO), Green Bank Observatory (GBO), dan Raytheon Intelligence & Space (RIS). Versi saat ini menggunakan pemancar radar berdaya rendah hingga daya keluaran 700 watt pada 13,9 gigahertz.

Gelombang radio memantul di permukaan Bulan, kemudian dipantulkan kembali. Gelombang ini kemudian dikumpulkan oleh sepuluh antena 25 meter dari Very Long Baseline Array (VLBA).

BulanFoto: Raytheon Technologies

"Sungguh menakjubkan apa yang dapat kami tangkap sejauh ini, menggunakan daya yang lebih kecil daripada peralatan biasa," kata Patrick Taylor, kepala divisi radar untuk GBO dan NRAO, dalam sebuah pernyataan.

Versi lengkap akan memiliki daya 500 kilowatt dan akan menggunakan tidak hanya VLBA tetapi juga Next Generation Very Large Array (ngVLA). Kapasitas ini hampir 1.000 kali daya keluarannya. Kapasitas ini akan bisa mendeteksi, melacak, dan menentukan sifat-sifat asteroid berbahaya.

"Dalam pengujian kami, kami dapat membidik asteroid yang berjarak 2,1 juta kilometer dari kami, lebih dari 5 kali jarak dari Bumi ke Bulan. Asteroid itu berukuran sekitar satu kilometer, cukup besar untuk menyebabkan kehancuran Bumi jika terjadi benturan," kata Taylor.

"Dengan sistem berkekuatan tinggi, kami dapat mempelajari lebih banyak objek lebih jauh. Dalam hal mengembangkan strategi untuk kemungkinan dampak, sistem ini memiliki lebih banyak waktu untuk memberikan peringatan," tambahnya.

Langkah selanjutnya dari penelitian ini adalah mengembangkan pemancar radar berdaya menengah minimal 10 kilowatt, sekitar 14 kali lebih kuat dari tipe saat ini. Ini akan membantu menyempurnakan strategi observasi sebelum penerapan versi final.



Simak Video "China Kebut Fase Keempat Proyek Eksplorasi Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT