Heboh Air dari Fukushima Akan Dialirkan ke Laut

Heboh Air dari Fukushima Akan Dialirkan ke Laut

ADVERTISEMENT

Heboh Air dari Fukushima Akan Dialirkan ke Laut

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 15 Jan 2023 12:40 WIB
keadaan di fukushima
Foto: Keadaan di Fukushima (Dok. Reuters)
Jakarta -

Lebih dari satu juta ton air dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang hancur akan mulai dialirkan ke laut dalam beberapa bulan lagi. Langkah ini memicu kemarahan di antara komunitas nelayan lokal dan negara-negara di kawasan itu.

Keputusan melepaskan air Fukushima ke laut diambil setelah lebih dari dua tahun memancing kontroversi. Sebelum dialirkan ke laut, air akan diolah terlebih dahulu sedemikian rupa untuk menghilangkan sebagian besar bahan radioaktif. Namun limbah tersebut masih mengandung tritium, bentuk hidrogen radioaktif alami yang secara teknis sulit dipisahkan dari air.

Dikutip dari The Guardian, pejabat berwenang Jepang bersikeras bahwa air yang sudah "diolah" itu tidak akan menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia atau lingkungan laut.

Bencana nuklir Fukushima tercatat sebagai insiden nuklir terbesar kedua setelah tragedi Chernobyl di tahun 1986. Petaka ini diawali tsunami yang terjadi setelah gempa Tōhoku pada 11 Maret 2011. Segera setelah gempa, reaktor aktif secara otomatis mematikan reaksi fisi berkelanjutan.

Namun, tsunami mematikan generator darurat yang menyediakan daya untuk mengendalikan dan mengoperasikan pompa yang diperlukan untuk mendinginkan reaktor. Pendinginan yang tidak memadai menyebabkan krisis nuklir, ledakan kimia hidrogen, dan pelepasan bahan radioaktif di unit 1, 2 dan 3 reaktor nuklir.

Air limbah di Fukushima disimpan di lebih dari 1.000 tangki yang menurut pejabat perlu dipindahkan agar pabrik dapat dinonaktifkan. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu 30 hingga 40 tahun.

Kementerian luar negeri Jepang mengatakan pada Juli 2022 bahwa regulator menganggap melepaskan air Fukushima ke laut adalah tindakan aman. Air akan dibuang secara bertahap ke Samudra Pasifik melalui terowongan setelah diolah dan diencerkan.

Operator rencana pembuangan ini, Tokyo Electric Power (Tepco), mengklaim teknologi pengolahan airnya yang dikenal sebagai Alps, dapat menghilangkan semua bahan radioaktif dari air kecuali tritium. Namun tritium dikatakan tidak berbahaya dalam jumlah kecil.

International Atomic Energy Agency (IAEA) juga telah menunjukkan bahwa pembangkit nuklir di seluruh dunia menggunakan proses serupa untuk membuang air limbah yang mengandung konsentrasi rendah tritium dan radionuklida lainnya.

Korea Selatan dan China telah menyuarakan keprihatinan tentang rencana pelepasan air Fukushima ke laut. Tak hanya itu, Pacific Islands Forum (PIF) juga mengatakan mereka memiliki keprihatinan serius terkait pelepasan limbah air Fukushima.

"Jepang harus menunda rencananya sampai benar-benar yakin tentang implikasi tindakannya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Terutama jika mengingat mayoritas masyarakat Pasifik adalah masyarakat pesisir, dan bahwa laut menjadi bagian integral dari kehidupan mereka," kata sekretaris jendral PIF, Henry Puna.



Simak Video "Detik-detik Serangkaian Ledakan Dekat Reaktor Nuklir Zaporizhzhia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT