Limbah Air dari PLTN Fukushima Bisa Rusak DNA Manusia

Limbah Air dari PLTN Fukushima Bisa Rusak DNA Manusia

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 26 Okt 2020 06:31 WIB
Nuklir Fukushima
Fukushima menjadi kota mati setelah bencana nuklir. Foto: Getty Images
Jakarta -

Air terkontaminasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi, Jepang, yang akan segera dilepaskan ke laut, mengandung karbon radioaktif yang berpotensi merusak DNA manusia.

Peringatan ini disampaikan organisasi lingkungan hidup Greenpeace. Mereka mengklaim bahwa 1,23 juta metrik ton air yang disimpan di tempat terjadinya bencana nuklir Fukushima Daiichi pada 2011, mengandung tingkat berbahaya dari isotop radioaktif karbon-14 dan radionuklida berbahaya lainnya.

Dalam laporannya, Greenpeace seperti dikutip dari CNN menyebutkan, jika air dilepaskan ke Samudra Pasifik, kandungan berbahaya di dalamnya memiliki konsekuensi jangka panjang yang serius bagi masyarakat dan lingkungan.

Untuk diketahui, sebagai upaya mendinginkan inti bahan bakar di PLTN Fukushima yang rusak, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) telah memompa puluhan ribu ton air selama kurun waktu beberapa tahun sejak terjadinya bencana.

Setelah digunakan, air tersebut disimpan. Tapi kemudian, sembilan tahun setelah bencana nuklir terburuk dalam sejarah Jepang itu terjadi, kapasitas ruang penyimpanan air hampir habis. Pemerintah Jepang pun mempertimbangkan berbagai cara untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dengan limpahan air tersebut.

Pihak berwenang termasuk menteri lingkungan hidup Jepang, telah mengindikasikan bahwa satu-satunya solusi adalah dengan melepaskan air yang melimpah tersebut ke laut.

Tentu saja, kemungkinan rencana berupaya dicegah para pemerhati dan aktivis lingkungan juga perwakilan industri perikanan. Merespons peringatan Greenpeace dan organisasi lingkungan hidup lainnya, pekan ini pemerintah Jepang menunda keputusan mengenai penanganan air dari PLTN Fukushima tersebut.



Simak Video "Fukushima, Kota Terpapar Radiasi Nuklir di Jepang Dibuka"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)