Letusan Gunung Api Terbesar Sejagat Malah Jadi Tontonan Warga

Letusan Gunung Api Terbesar Sejagat Malah Jadi Tontonan Warga

ADVERTISEMENT

Letusan Gunung Api Terbesar Sejagat Malah Jadi Tontonan Warga

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 01 Des 2022 22:05 WIB
Mauna Loa Hawaii
Warga Berbondong-bondong Nonton Letusan Gunung Api Terbesar Sejagat. Foto: Phys.org
Jakarta -

Gunung Mauna Loa di Hawaii yang meletus, mengalirkan sungai-sungai lahar bercahaya pada Rabu (30/11). Gunung berapi aktif terbesar di dunia ini menarik minat ribuan warga berbondong-bondong datang menyaksikannya.

Rombongan orang yang ingin menonton fenomena langka ini memacetkan jalan raya Hawaii yang diperkirakan akan segera tertutupi oleh aliran sungai lahar tersebut.

Mauna Loa terbangun dari tidurnya selama 38 tahun pada Minggu (27/11) pukul 23:30 waktu setempat di Moku'─üweoweo yang merupakan kaldera puncak gunung berapi.

Letusan ini memunculkan pemandangan menakjubkan sekaligus mengerikan di langit Hawaii. Muntahan lava yang mendidih dan berwarna terang, menyebabkan langit malam di pulau terbesar Hawaii itu terlihat memerah seperti terbakar.

Mauna Loa HawaiiFoto: Phys.org

Sebuah jalan raya utama yang menghubungkan kota-kota di pantai timur dan barat Big Island dijadikan titik pengamatan dadakan oleh warga pandang dadakan. Ribuan mobil membuat macet jalan raya dekat Taman Nasional Gunung Berapi.

Salah satu warga bernama Anne Andersen meninggalkan pekerjaan shift malamnya demi melihat fenomena ini karena takut jalan akan segera ditutup mengikuti pergerakan lahar.

"Ini Ibu Pertiwi yang menunjukkan wajahnya kepada kita. Saat gunung berapi menyemburkan gas di cakrawala, ini menarik," katanya, dikutip dari Phys.org.

Mauna Loa HawaiiFoto: Phys.org

Gordon Brown, seorang pengunjung dari Loomis, California, bisa melihat lahar oranye terang dari kamar tidur rumah sewaannya. Jadi dia pun pergi untuk melihat dari dekat bersama istrinya.

"Kami hanya ingin melihat ini sedekat mungkin. Dan itu sangat terang, itu membuat saya tercengang," kata Brown.

Lava jatuh perlahan menuruni lereng dan berjarak sekitar 10 kilometer dari jalan raya yang dikenal sebagai Saddle Road. Tidak jelas kapan, atau apakah itu akan menutupi jalan yang melewati aliran lahar tua.

Jalan tersebut membelah pulau dan menghubungkan kota Hilo dan Kailua-Kona. Orang-orang yang bepergian di antara mereka perlu mengambil jalan pantai yang lebih panjang jika Saddle Road tidak dapat dilewati sehingga menambah waktu berkendara beberapa jam.

Mauna Loa HawaiiFoto: Phys.org

Ken Hon, ilmuwan yang bertanggung jawab di Hawaiian Volcano Observatory, mengatakan pada laju aliran saat ini, paling cepat lahar sampai ke jalanan dalam dua hari, tetapi kemungkinan akan memakan waktu lebih lama.

"Saat aliran lava menyebar, itu mungkin akan mengganggu perkembangannya sendiri," kata Hon.

Menurut United States Geological Survey (USGS), Mauna Loa sudah meletus sebanyak 33 kali sejak 1843. Letusan terakhir terjadi pada 1984 di mana aliran lahar mengalir dalam jarak 8 km dari Hilo, kota terpadat di pulau itu.

Namun populasi di Pulau Besar ini meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 1980 menjadi 200.000 jiwa. Badan pertahanan sipil Hawaii telah memperingatkan warganya terancam menghadapi bencana lahar.

"Aliran lahar ini jarang menimbulkan risiko kematian, tapi ini bisa sangat merusak infrasktruktur," kata Dr Jessica Johnson, ahli geofisika gunung berapi Inggris yang pernah bekerja di Hawaiian Volcano Observatory.

Dia memperingatkan aliran lahar bisa berisiko terhadap Hilo dan Kona (wilayah padat penduduk lainnya), dan menambahkan bahwa gas vulkanik dapat menyebabkan masalah pernapasan bagi penduduk setempat.



Simak Video "Gunung Berapi Terbesar di Dunia Meletus"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT