Astronom Resah Luar Angkasa Ramai oleh Satelit, Kenapa?

Astronom Resah Luar Angkasa Ramai oleh Satelit, Kenapa?

ADVERTISEMENT

Astronom Resah Luar Angkasa Ramai oleh Satelit, Kenapa?

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 30 Nov 2022 13:15 WIB
Ilustrasi Satelit, Satelit
Astronom Resah Luar Angkasa Ramai oleh Satelit. Foto: Photo by NASA on Unsplash
Jakarta -

Satelit baru berukuran raksasa yang dibangun untuk terhubung langsung dengan ponsel di Bumi, memunculkan cahaya yang lebih terang daripada kebanyakan bintang di langit malam. Kondisi ini mengganggu pekerjaan astronom dan pandangan manusia tentang alam semesta.

Objek orbit yang mengganggu di antaranya Bluewalker 3 milik AST SpaceMobile, yang diluncurkan pada 10 September. Wahana berupa susunan panel surya dan antena seluas 64 meter persegi ini baru saja dibentangkan sepenuhnya awal bulan ini.

Persatuan Astronomi Internasional atau International Astronomical Union (IAU) mengoordinasikan pengamatan dari seluruh Bumi, dan hasilnya diketahui bahwa satelit tersebut hampir seterang bintang seperti Antares dan Spica.

Untuk diketahui, Antares dan Spica masing-masing merupakan bintang ke-15 dan ke-16 paling terang di langit malam. Studi lain menemukan, keberadaan satelit membuat Antares dan Spica menjadi kurang reflektif. Kedudukannya kini setara dengan bintang paling terang ke-22 atau lebih.

Bukan hanya Bluewalker 3 yang menjadi perhatian para astronom. Faktanya, Bluewalker 3 berfungsi sebagai model uji bagi lebih dari 100 konstelasi yang disebut Bluebirds yang akan diluncurkan sebagai bagian dari rencana membangun jaringan satelit untuk menyediakan konektivitas 5G dari luar angkasa.

"BlueWalker 3 adalah perubahan besar dalam masalah satelit konstelasi dan seharusnya memberi kita semua alasan untuk berhenti," kata Piero Benvenuti, direktur Center for the Protection of the Dark and Quiet Sky from Satellite Constellation Interference IAU, dikutip dari Cnet.

Lebih jauh lagi, para astronom khawatir tentang dampak potensial dari mega-konstelasi ribuan satelit seperti Starlink SpaceX. Namun IAU mengatakan rencana AST SpaceMobile menimbulkan masalah baru karena gelombang radio kuat yang akan mereka pancarkan dapat mengganggu pengamatan astronomi.

Philip Diamond, yang mengarahkan Square Kilometer Array Observatory di Afrika Selatan dan Australia, khawatir bahwa "menara ponsel" yang mengorbit tidak tunduk pada batasan zona tenang yang melindungi astronom radio dari interferensi oleh jaringan seluler terestrial.

"Para astronom membangun teleskop radio sejauh mungkin dari aktivitas manusia, mencari tempat di planet ini di mana jangkauan telepon seluler terbatas atau tidak ada sama sekali," kata Diamond.

"Satelit baru seperti BlueWalker 3 berpotensi memperburuk situasi ini dan membahayakan kemampuan kita untuk melakukan penelitian sains jika tidak dimitigasi dengan benar," tambahnya.

IAU mencatat bahwa mereka telah memulai pembicaraan dengan AST SpaceMobile tentang langkah-langkah mitigasi potensial.

"Kami secara aktif bekerja sama dengan pakar industri untuk inovasi terbaru, termasuk bahan anti-reflektif generasi mendatang," kata juru bicara AST SpaceMobile.

Mereka menambahkan, perusahaannya berkomitmen untuk menghindari berdekatan dengan National Radio Quiet Zone (NRQZ) di AS dan lokasi radioastronomi tambahan yang tidak diakui secara resmi, sebagaimana diharuskan atau dibutuhkan.



Simak Video "China Bakal Luncurkan Satelit Relai ke Sisi Terjauh Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT