Peristiwa Langka, Bocah Sakti Gigit Ular Kobra Sampai Mati

Peristiwa Langka, Bocah Sakti Gigit Ular Kobra Sampai Mati

ADVERTISEMENT

Peristiwa Langka, Bocah Sakti Gigit Ular Kobra Sampai Mati

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 17 Nov 2022 07:19 WIB
ilustrasi kobra
Peristiwa Langka, Bocah Sakti Gigit Ular Kobra Sampai Mati. Foto: iStock
Jakarta -

Seekor ular kobra mati setelah digigit seorang bocah laki-laki berumur delapan tahun. Ya, kalian tidak salah informasi. Bukan bocahnya, tetapi ular berbisa itu yang mati. Peristiwa langka ini terjadi di Jashpur, timur laut Raipur, India.

Konflik manusia dengan hewan memang hal yang tak bisa dihindari bagi orang-orang yang hidup di antara satwa liar. Inilah yang dialami bocah lak-laki bernama Deepak itu, saat bermain di luar rumahnya.

Merasa terganggu, seekor ular kobra berkacamata (spectaled cobra) menggigit dan melilit lengan anak laki-laki itu. Deepak berusaha keras melepaskan diri dari ular namun lilitannya malah makin kencang. Untungnya, meskipun berbisa, si ular tidak sampai meracuni anak itu.

Dalam keadaan terdesak, bocah itu balik menggigit ular sebanyak dua kali. Ular itu akhirnya mati karena luka-lukanya. Dokter yang menangani kasus ini menyimpulkan bahwa gigitan ular yang menyerang Deepak disebut "gigitan kering", yakni ular menggigit ketika tidak ada racun yang disuntikkan ke gigitannya.

"Ular itu membelit dan menggigit tangan saya. Saya sangat kesakitan. Hewan itu tidak mau bergerak ketika saya mencoba melepaskannya, akhirnya saya menggigitnya dua kali," kisah Deepak kepada media setempat.

Tidak diketahui secara pasti spesies ular itu. Namun Raipur adalah rumah bagi beragam jenis ular termasuk ular kobra. Penyelamat dan ahli ular Moiz Ahmed dari Nova Nature Welfare Society, dalam pernyataannya tahun 2014, pernah menyebutkan padatnya populasi di Raipur dapat mempersulit satwa liar dan penduduk menjaga jarak yang nyaman.

"Ular sangat mudah beradaptasi dan area di dalam dan sekitar Raipur merupakan habitat yang ideal bagi mereka. Sayangnya dengan populasi yang padat, konflik dengan reptil pasti akan muncul," ujarnya seperti dikutip dari IFL Science.

Kobra berkacamata (spectacled cobra) atau yang dikenal dengan sebutan Naja naja di India, memiliki frekuensi gigitan yang relatif tinggi akibat hidup di lingkungan yang dipadati manusia. Ular ini mampu memberikan racun neurotoksik yang bisa berakibat fatal dalam waktu 60 menit.

Gejala envenomation yang dialami jika digigit ular ini antara lain merasa lesu, kelumpuhan, kejang, sakit kepala, mual, dan muntah. Efek ini dapat diobati dengan suntikan antivenom.

Untungnya bagi Deepak si bocah "sakti", ular kobra tidak melepaskan racunnya saat menggigit. Ini adalah perilaku yang kebanyakan terlihat pada ular dewasa yang mencoba menakut-nakuti lawannya agar melarikan diri.

Sayangnya bagi si kobra, ia melilitkan tubuhnya ke lengan lawannya dengan maksud lebih mengancam. Nyatanya, Deepak dengan berani menggigit balik dan si kobra tidak selamat dalam pertarungan itu.



Simak Video "Tim Panji Petualang Evakuasi King Kobra yang Tewaskan Tuannya di Trenggalek"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT