Profesor Harvard Sebut Mungkin Ada 4 Kuintiliun Pesawat Alien Dekati Bumi

Profesor Harvard Sebut Mungkin Ada 4 Kuintiliun Pesawat Alien Dekati Bumi

ADVERTISEMENT

Profesor Harvard Sebut Mungkin Ada 4 Kuintiliun Pesawat Alien Dekati Bumi

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 02 Nov 2022 19:11 WIB
Ilustrasi piring terbang
Profesor Harvard Sebut Kemungkinan 4 Kuintiliun Pesawat Alien Dekati Bumi. Foto: Interesting Engineering
Jakarta -

Profesor Harvard University Avi Loeb yang terkenal dengan ucapannya yang menyebut batu ruang angkasa antarbintang pertama yang diamati di Tata Surya adalah pesawat ruang angkasa alien, kini memberi pernyataan terbarunya yang tak kalah menarik perhatian.

Sebelumnya, batu luar angkasa yang diberi nama Oumuamua, menjadi fokus perdebatan sengit setelah pertama kali diamati pada Oktober 2017. Loeb mempelopori sekelompok kecil astronom percaya bahwa batu luar angkasa itu mungkin mesin yang dibuat oleh peradaban cerdas makhluk asing di luar Bumi.

Sekarang dalam sebuah studi terbaru yang belum ditinjau oleh rekan sejawat, Loeb dan rekan penulis Carson Ezell yang juga seorang astronom Harvard, mulai memprediksi berapa banyak objek serupa lainnya dengan Oumuamua yang mungkin ada di luar sana.

Mereka sampai pada kesimpulan yang mengejutkan bahwa mungkin ada sebanyak 4.000.000.000.000.000.000 (empat kuintiliun) benda sejenis di Tata Surya kita.

Bagaimana Loeb dan Ezell mendefinisikan objek mirip Oumumua? Penting untuk dicatat bahwa Loeb dan Ezell tidak mengklaim ada empat kuintiliun pesawat luar angkasa alien yang terbang di dekat Bumi.

Dikutip dari Interesting Engineering, Rabu (2/11/2022) Loeb tidak dengan tegas mengklaim Oumuamua adalah pesawat ruang angkasa. Sebaliknya, dia menyatakan bahwa kita harus terbuka terhadap kemungkinan itu.

Apa yang dihitung Loeb dan Ezell adalah perkiraan jumlah kemungkinan pesawat ruang angkasa alien dan benda buatan lainnya yang terbang di wilayah Bima Sakti kita. Adapun judul studi kedua ilmuwan tersebut adalah "The Inferred Abundance of Interstellar Objects of Technological Origin."

Dalam makalah tersebut, mereka menulis bahwa seseorang dapat menggunakan tingkat deteksi objek antarbintang terbaru dan kemampuan yang diketahui untuk memperkirakan kepadatan objek serupa di lingkungan Matahari.

Mereka mendasarkan perhitungan mereka pada empat objek antarbintang yang sejauh ini telah diamati. Ini adalah Oumuamua, dua meteor antarbintang yang disebut CNEOS 2014-01-08 dan CNEOS 2017-03-09, dan komet antarbintang Borisov. Kedua ilmuwan Harvard itu juga memperhitungkan kapasitas kita yang terbatas untuk mengamati jangkauan Tata Surya kita yang jauh.



Simak Video "UFO Gentayangan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT