Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Anthropic Gugat Pemerintah AS Usai Masuk Daftar Hitam

Anthropic Gugat Pemerintah AS Usai Masuk Daftar Hitam


Fino Yurio Kristo - detikInet

Anthropic
Foto: ITP
Jakarta -

CEO Anthropic, Dario Amodei, mengonfirmasi bahwa pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan perusahaannya sebagai "risiko rantai pasok". Ia menyatakan tidak punya pilihan selain menggugat penetapan tersebut di pengadilan.

Startup AI ini berselisih dengan Departemen Pertahanan AS mengenai bagaimana model AI mereka, dikenal sebagai Claude, dapat digunakan. Akhir pekan lalu, melalui unggahan di media sosial, Anthropic diberitahu bahwa mereka telah dimasukkan ke daftar hitam untuk kontrak-kontrak pemerintah.

Anthropic sebelumnya meminta jaminan teknologi mereka takkan dimanfaatkan untuk senjata otonom penuh atau pengawasan massal domestik. Di sisi lain, Dephan menginginkan Anthropic memberikan akses tak terbatas terhadap Claude untuk semua tujuan yang sah secara hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak percaya dan tidak pernah percaya, bahwa keterlibatan dalam pengambilan keputusan operasional adalah peran Anthropic atau perusahaan swasta mana pun, itu adalah peran militer. Satu-satunya kekhawatiran kami adalah pengecualian yang kami buat terkait senjata otonom penuh dan pengawasan massal domestik," kata Amodei, dikutip detikINET dari CNBC.

Anthropic kini jadi satu-satunya perusahaan Amerika yang ditetapkan sebagai risiko. Penetapan yang kini resmi tersebut akan mewajibkan vendor dan kontraktor pertahanan menyertakan sertifikasi tidak menggunakan AI dari perusahaan tersebut dalam pekerjaan dengan Pentagon. Label ini biasanya hanya diberikan ke organisasi di negara yang dianggap musuh, seperti perusahaan teknologi China, Huawei.

ADVERTISEMENT

Masih ada ketidakpastian mengenai apakah kontraktor pertahanan dapat menggunakan teknologi Anthropic untuk proyek-proyek di luar pekerjaan mereka dengan militer. Microsoft, yang November lalu mengumumkan rencana investasi hingga USD 5 miliar di Anthropic, menyatakan para pengacaranya telah mempelajari penetapan tersebut" dan menyimpulkan produk Anthropic dapat tetap tersedia bagi pelanggan mereka selain Dephan.

Anthropic sebenarnya telah menandatangani kontrak USD 200 juta dengan Dephan pada bulan Juli, dan menjadi lab AI pertama yang mengintegrasikan model-modelnya ke dalam jaringan rahasia. Namun, ketika negosiasi antara kedua belah pihak menemui jalan buntu, perusahaan pesaingnya OpenAI dan xAI milik Elon Musk-juga sepakat menerapkan model mereka dalam kapasitas rahasia militer.

CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan kesepakatan perusahaannya dengan Dephan hanya beberapa jam setelah Anthropic dimasukkan ke daftar hitam. Dalam sebuah unggahan di X, ia menyebut bahwa militer menunjukkan rasa hormat yang mendalam terhadap keselamatan dan keinginan untuk bermitra guna mencapai hasil terbaik."

Hubungan Anthropic dengan pemerintahan Trump semakin menegang dalam beberapa bulan terakhir. Amodei pun telah meminta maaf atas memo internal bernada kritis yang bocor ke pers.

Menurut laporan dari The Information, Amodei dilaporkan mengatakan kepada stafnya bahwa pemerintah tidak menyukai Anthropic karena perusahaan tersebut tidak memberikan donasi atau melontarkan pujian kepada Trump.




(fyk/rns)
TAGS




Hide Ads