Pohon Kurma dari Zaman Yesus Berhasil Dihidupkan Lagi

Pohon Kurma dari Zaman Yesus Berhasil Dihidupkan Lagi

ADVERTISEMENT

Pohon Kurma dari Zaman Yesus Berhasil Dihidupkan Lagi

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 22 Okt 2022 06:21 WIB
Pohon langka
Foto: DASonenfeld/Wikipedia
Jakarta -

Sebuah pohon kurma yang sudah punah, yang nenek moyangnya eksis dan berkembang di zaman Yesus masih hidup, dihidupkan lagi lewat sebuah rekayasa bioteknologi. Ilmuwan menumbuhkan pohon dari biji berusia 2.000 tahun yang ditemukan oleh para arkeolog Israel di Masada, sebuah benteng kuno yang terletak di Israel selatan.

Disebut Metusalah, diambil dari nama kakek Nuh, pria tertua seperti disebutkan dalam Alkitab, pohon kurma Yudea ini tumbuh kembali di tahun 2005.

Pohon seperti itu dianggap penting dalam Kitab Suci, dan buah pohon kurma dikenal di seluruh dunia kuno, bahkan hingga sekarang.

Dikutip dari CBN News, Sabtu (22/10/2022) Israel kuno pernah ditutupi oleh pohon-pohon ini. Kurma di zaman itu lekat dengan kehidupan dan kemakmuran, juga dikenal karena khasiat obatnya.

Setelah Kekaisaran Romawi menaklukkan wilayah Yudea pada tahun 68 SM, kaisar mereka biasa memesan kurma Yudea untuk dikonsumsi dan ada beberapa varietas kurma yang sangat baik di zaman itu dan terkenal di seluruh dunia. Orang Romawi bahkan menaruh kurma Yudea sebagai gambar mata uang mereka.

Pohon langkaKoin uang bergambar pohon kurma Yudea. Foto: DASonenfeld/Wikipedia

Namun, perubahan iklim mungkin berkontribusi menghilangkan pohon-pohon ini. Penelitian menunjukkan, setelah tahun 1000, iklim di wilayah tersebut berubah, menjadi lebih dingin dan bahkan lebih lembab. Studi lain menunjukkan, perubahan mata air di daerah tersebut menghasilkan lebih sedikit air sehingga mengganggu pertumbuhan pohon.

Pendapat lain ada yang menganggap kepunahan pohon kurma Yudea akibat ulah manusia, mengingat perkebunan kelapa sawit dan tumbuhan sejenisnya porak poranda selama masa Perang Salib.

Pohon kurma akhirnya menjadi sangat langka sehingga banyak ilmuwan dan peneliti awal di pertengahan tahun 1500-an mencemooh pernyataan bahwa daerah tersebut dapat menghasilkan banyak sekali kurma seperti yang diceritakan orang zaman dulu.

Smithsonian Magazine melaporkan, varietas pohon kurma Methuselah musnah sekitar tahun 500 M. Dr. Elaine Solowey, seorang ahli botani dari Arava Institute for Environmental Studies di Kibbutz Ketura di Israel memiliki ide untuk menumbuhkan kecambah dari benih kuno pohon Methuselah berasal.

Mencoba mendapatkan benih dari para arkeolog membutuhkan waktu lama, menurut Solowey. Ia juga tidak dipercaya dan malah dianggap gila.

"Ketika mengatakan bahwa saya ingin menumbuhkannya kembali. Mereka berkata, 'kamu gila'," kenang Solowey.

Kini, para ilmuwan tidak hanya mampu menghidupkan kembali spesies pohon yang punah untuk menumbuhkan Metusalah, tetapi mereka juga berhasil menumbuhkan enam pohon lagi, termasuk dua pohon betina, yang mereka beri nama Hannah dan Yunus.

Dengan penyerbukan silang spesies yang terjamin, varietas kurma Methuselah terlahir kembali sekali lagi.

"Kami ingin memiliki perkebunan kurma Yudea. Kami ingin menanamnya kembali dan memberikannya kepada dunia," kata Solowey.



Simak Video "Main Sambil Belajar di Festival Flona Lapangan Banteng"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT