Lama Tak Ada Insiden, Segitiga Bermuda Sudah Jinak?

Lama Tak Ada Insiden, Segitiga Bermuda Sudah Jinak?

ADVERTISEMENT

Lama Tak Ada Insiden, Segitiga Bermuda Sudah Jinak?

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 13 Okt 2022 09:45 WIB
segitiga bermuda
Lama Tak Ada Insiden, Segitiga Bermuda Sudah Jinak? Foto: Financial Express
Jakarta -

Pada sebagian besar akhir abad ke-20, kita pasti menemukan setidaknya satu film dokumenter tentang Segitiga Bermuda, sebuah area di Samudra Atlantik yang menghilangkan kapal dan pesawat yang melintasinya. Tapi sudah lama tidak ada laporan insiden di sana, Segitiga Bermuda sudah jinak?

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah tweet bermunculan, menanyakan apa yang terjadi dengan misteri Segitiga Bermuda. Apakah wilayah ini sudah tidak mengerikan dan memakan korban seperti dulu lagi.


Pertanyaan netizen ini menarik. Beberapa orang berpendapat, mungkin ini ada hubungannya dengan fakta bahwa misteri Segitiga Bermuda sepertinya telah dipecahkan berulang kali, dan bahwa sebenarnya sejak awal tidak ada misteri.

Tetapi bagi orang-orang yang merasa "kehilangan" misteri Segitiga Bermuda, mari kita telusuri lagi dari awal. Ketertarikan pada wilayah laut yang tidak jelas antara Florida, Puerto Rico, dan Bermuda dapat ditelusuri kembali lewat artikel tahun 1968 tentang "Flight 19" pada tahun 1945.

Pada tanggal 5 Desember 1945, lima Avenger Torpedo Bomber AS hilang di atas Segitiga Bermuda. Saat kejadian, rata-rata cuaca terpantau baik dan layak untuk terbang. Pesawat-pesawat itu pun di bawah kendali pilot berpengalaman.

Sebuah pesan radio masuk sekitar pukul 4 sore, menjelaskan bahwa mereka tidak yakin dengan posisi mereka, dan melaporkan kompas pesawat tidak berfungsi. Tak lama setelah itu, pesawat-pesawat itu hilang di suatu tempat di sebelah timur Florida, dan tidak pernah terlihat atau terdengar lagi.

Sama menariknya dengan artikel itu, pesawat hilang karena berbagai alasan. Dalam hal ini, Angkatan Laut berasumsi bahwa setelah tersesat, para awak kemungkinan besar terpaksa melakukan pendaratan di laut, di mana laut berombak tidak cocok.

"Mungkin juga beberapa perkembangan kondisi cuaca yang tak terduga menjadi faktor lain yang ikut campur tangan, walaupun tidak ada bukti badai aneh di daerah itu pada saat kejadian," tulis mereka dalam sebuah laporan.

Namun demikian, peristiwa itu kemudian dikaitkan dengan laporan tentang daerah di mana hal-hal yang hilang bisa ditemukan. Dalam lembar fakta, US Coast Guard mengumpulkan kemungkinan penjelasan rasional untuk penghilangan orang, kapal, dan pesawat di daerah tersebut.

"Mayoritas penghilangan dapat dikaitkan dengan fitur lingkungan yang unik di daerah itu," tulis mereka seperti dikutip dari IFL Science.

Pertama, tulis mereka, wilayah yang dijuluki "Segitiga Setan" ini adalah salah satu dari dua tempat di Bumi yang kompas magnetiknya mengarah ke utara yang sebenarnya, biasanya mengarah ke utara magnetis.

Perbedaan antara keduanya dikenal sebagai variasi kompas. Jumlah variasi berubah sejauh 20 derajat saat mengelilingi Bumi. Jika variasi atau kesalahan kompas ini tidak dikompensasi, seorang navigator bisa menemukan dirinya jauh dari jalur dan dalam masalah besar.

Mereka mencatat bahwa daerah lain yang dikenal sebagai "Laut Setan" oleh para nelayan, di lepas pantai timur Jepang, memiliki masalah yang sama.

"Faktor lingkungan lainnya adalah karakter arus teluk. Ini sangat cepat dan bergejolak dan dapat dengan cepat menghapus bukti bencana. Dengan demikian, hilangnya kapal yang tragis menjadi misteri yang mungkin tidak akan pernah terpecahkan," lanjut mereka.

Pola cuaca Karibia-Atlantik yang tidak dapat diprediksi juga turut berperan. Badai petir lokal yang tiba-tiba dan semburan air sering kali menimbulkan bencana bagi pilot dan pelaut.

Tetapi semua hal di atas tidak relevan, karena secara statistik angka kecelakaan di Segitiga Bermuda bukan yang paling tinggi dibandingkan dengan wilayah samudera dan lautan lainnya.

"Faktanya, sebuah studi yang meneliti perairan paling berbahaya untuk pelayaran dengan mendokumentasikan angka kecelakaan dan insiden, tidak menampilkan Segitiga Bermuda di daftar 10 teratasnya," kata para peneliti.

Sementara itu, sebuah film dokumenter UK Channel 4 yang menyelidiki insiden di sekitar Segitiga Bermuda menyebutkan bahwa sejumlah besar kapal tidak tenggelam di sana.

Keyakinan bahwa ada lebih banyak penenggelaman di daerah tersebut kemungkinan berasal dari pemberitaan media dan ahli teori konspirasi yang berfokus pada setiap penenggelaman di daerah tersebut, sehingga orang-orang pun semakin tertarik mendengar kisah misteri Segitiga Bermuda.

Lalu kenapa sekarang cerita Segitiga Bermuda tampaknya tenggelam begitu saja? Beberapa ada yang berpendapat, mungkin karena orang-orang di balik program dan artikel tentang misteri Segitiga Bermuda sudah mengulas semuanya, dan sudah banyak publik yang tahu bahwa itu sebenarnya bukan misteri. Atau, mungkin bumbu-bumbu misterinya tidak cukup untuk terus menarik perhatian orang zaman sekarang yang makin kritis.



Simak Video "eBay PHK 500 Karyawannya"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT