China Sukses Luncurkan Satelit ke Antariksa Ungkap Rahasia Matahari

China Sukses Luncurkan Satelit ke Antariksa Ungkap Rahasia Matahari

ADVERTISEMENT

China Sukses Luncurkan Satelit ke Antariksa Ungkap Rahasia Matahari

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 11 Okt 2022 11:15 WIB
Foto Matahari
Ilustrasi foto matahari. Foto: @cosmic-background
Jakarta -

Sebuah satelit milik China telah meluncur ke luar angkasa yang nantinya akan mengemban tugas untuk mempelajari matahari dan meningkatkan prediksi cuaca.

Satelit yang dimaksud adalah Advanced Space-based Solar Oberservatory (ASO-S) yang mengangkasa dibantu roket Long March 2D dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Mongolia pada Sabtu (8/10) waktu setempat.

Satelit ASO-S yang punya julukan Kuafu-1 yang dalam mitologi China berarti mengejar matahari. Satelit tersebut kini sudah berada di jalur orbitnya dan diklaim mampu menyelidiki matahari selama 24 jam setiap harinya.

Saat ini dibutuhkan waktu empat hingga enam bulan pengujian bagi satelit berbobot 859 kg itu untuk beroperasi secara normal. Setelah itu, satelit ASO-S akan mempelajari matahari dari jarak 720 km dari Bumi, mulai dari medan magnet dan dua fenomena erupsi besar, yakni semburan matahari dan lontaran massa korona.

"ASO-S mampu mengamati matahari 24 jam setiap hari sepanjang tahun. Waktu tunggu harian terlamanya tidak lebih dari 18 menit ketika melalui bayangan Bumi setiap hari dari Mei hingga Agustus," tutur Gan Weiquan, ilmuwan utama satelit dari Purple Mountain Observatory (PMO) di bawah Chinese Academy of Sciences (CAS) dikutip dari Xinhua, Senin (10/10/2022).

Satelit ASO-S ini diproyeksikan punya masa pakai tidak kurang dari empat tahun. Selama kurun waktu tersebut, satelit tersebut dirancang untuk mengumpulkan dan mengirimkan kembali data sebesar 500 GB dalam sehari, itu sama halnya setara dengan puluhan ribu gambar berkualitas tinggi.

"Detektor pada wahana itu mengabadikan gambar setiap beberapa detik atau menit dan selama erupsi matahari, serta dapat dengan cepat meningkatkan kecepatan rananya menjadi hanya satu detik untuk menangkap berbagai aktivitas matahari secara lebih mendetail," kata Kepala Desainer Asosiasi Sistem Aplikasi Sains ASO-S, Huang Yu.

Data-data pengamatan yang dilakukan satelit ASO-S itu akan diterima oleh tiga stasiun Bumi yang berada di sanya, Kashgar, dan Beijing. Di tiga stasiun bumi itu, data-data dikumpulkan sebelum nantinya disatukan ke dalam komputer berkekuatan 2.048 core yang terpasang di PMO untuk decoding.



Simak Video "China Bakal Luncurkan Satelit Relai ke Sisi Terjauh Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT