Dahsyatnya Tumbukan Asteroid yang Punahkan Dinosaurus, Bak Kiamat

Dahsyatnya Tumbukan Asteroid yang Punahkan Dinosaurus, Bak Kiamat

ADVERTISEMENT

Dahsyatnya Tumbukan Asteroid yang Punahkan Dinosaurus, Bak Kiamat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 01 Okt 2022 20:30 WIB
Dinosaurus tetap ada dan hidup berdampingan dengan manusia jika asteroid tak menghantam bumi?
Foto: BBC Karangan Khas
Jakarta -

Pada 66 juta tahun silam, asteroid raksasa menghantam perairan di dekat semenanjung Yucatan, Meksiko, menimbulkan bencana besar yang akhirnya memusnahkan dinosaurus. Debu masif menghalangi sinar Matahari, membuat temperatur udara global anjlok.

Tabrakan asteroid itu juga menimbulkan tsunami dahsyat, yang diperkirakan memicu ombak setinggi 1,5 kilometer yang menghantam sebagian Amerika Utara, diikuti tsunami berikutnya dalam skala yang lebih kecil. Dalam penelitian terbaru, bukti adanya tsunami tersebut ditemukan dalam sedimen yang terkubur di wilayah Lousiana.

"Bagus untuk benar-benar punya bukti akan sesuatu yang sudah sangat lama menjadi teori," cetus Sean Gullick, pakar geofisika dari University of Texas mengenai penelitian ini, yang dilakukan beberapa waktu silam.

Ilmuwan sudah menghabiskan waktu beberapa dekade untuk menemukan bukti tsunami raksasa tersebut. Dalam riset terbaru, periset menggunakan perangkat pencitraan seismik yang biasa dipakai oleh perusahaan minyak.

Mereka memindai tanah di kedalaman tanah, sampai ke lapisan pada waktu tabrakan asteroid terjadi. Berhasil ditemukan semacam riak yang sudah dalam bentuk fosil yang disimpulkan sebagai jejak dari tsunami tersebut, yang berasal dari kawah tumbukan asteroid.

Seperti dikutip detikINET dari Daily Mail, tsunami itu sangat tinggi dan intens. Ketika sampai di tanah, tsunami menimbulkan gempa Bumi besar sehingga terjadi kerusakan di area sekitarnya. Makhluk di lautan pun mendarat di tanah dan sebaliknya, sehingga jutaan jadi korban.

Bergerak begitu cepat, tsunami menghantam daratan, menghancurkan berton-ton bebatuan. Pepohonan besar, beragam jenis ikan dan dinosaurus di laut dibawa oleh gelombang tsunami itu dan fosilnya tersimpan jauh di daratan.

Bencana itu memang dahsyat. Terindikasi, tabrakan asteroid menguapkan sulfur di bebatuan, kemudian terbentuk aerosol sulfate di atmosfer dan menyebabkan pendinginan temperatur dalam skala global.

Diestimasi sedikitnya 325 miliar metrik ton sulfur dihasilkan sebagai imbas hantaman asteroid yang selain dahsyat juga mengakibatkan perubahan iklim. Dinosaurus pun akhirnya tidak mampu bertahan dan punah.



Simak Video "Kerangka Dinosaurus Kecil Dijual, Tingginya 1,3 Meter"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT