Alasan Kenapa Harus Tinggalkan BBM dan Beralih ke Energi Listrik dkk

ADVERTISEMENT

Eureka!

Alasan Kenapa Harus Tinggalkan BBM dan Beralih ke Energi Listrik dkk

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 27 Sep 2022 11:58 WIB
Jakarta -

Pemerintah mencanangkan net emission zero di tahun 2060. Itu artinya, Indonesia sudah harus mulai sejak sekarang beralih dari BBM (bahan bakar minyak) ke energi baru dan terbarukan sekarang juga.

Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Deendarlianto dalam 'Eureka! Edisi 9: Selamat Tinggal BBM', Senin (26/9/2022).

"Emisi CO2 kita harus nol di tahun 2060 nanti. Itu artinya ketergantungan kita akan energi baru dan terbarukan sangat tinggi saat ini," kata Profesor Deen.

"Banyak negara mencanangkan, bahkan sudah ada yang di 2040 sudah net zero emission," sambungnya.

Alasan pertama, yang pasti, Bumi sudah mendapatkan dampak buruk dari penggunaan bahan bakar minyak. Sudah cukup banyak fakta di lapangan yang memperlihatkan adanya kerusakan lingkungan karena emisi CO2 yang tinggi. Sebutlah efek rumah kaca yang membuat Bumi semakin panas terpanggang.

Secara ekonomi pun ada dampaknya, produk-produk kita nantinya berpotensi tidak dibutuhkan oleh pasar dunia yang sudah melek dengan energi baru dan terbarukan.

Dengan demikian, kata Profesor Deen, alasan migrasi ke energi terbarukan bukan karena dari sisi potensi yang terbukti saja, melainkan juga upaya kita meningkatkan kualitas hidup di Bumi dan juga mewariskan produk ramah lingkungan.

Tak hanya itu, berpindah menggunakan energi baru dan terbarukan ternyata juga memiliki dampak nyata pada GDP Indonesia.

"Pertama kali Presiden Jokowi menyatakan bahwa kita bertekad mengurangi emisi CO2 29% di tahun 2030, dan kami mencoba melihat apakah angka tersebut tidak mempengaruhi nilai ekonomi dan lain sebagainya. Dengan mempertimbangkan emisi CO2, revenue yang didapatkan dari bisnis menggunakan green energy dan juga teknologi yang dibangun, ternyata, angka 29% itu angka yang sangat baik dan bisa meningkatkan GDP kita sebanyak 0,16%," tutupnya.

Jadi, gimana detikers? Sudah siap untuk mulai bermigrasi menggunakan energi alternatif mulai sekarang?

(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT