Wajib Tahu, Planet Jupiter Lindungi Bumi dari Bahaya Besar

ADVERTISEMENT

Wajib Tahu, Planet Jupiter Lindungi Bumi dari Bahaya Besar

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 27 Sep 2022 08:45 WIB
Planet Jupiter terlihat tidak biasa warnanya, seperti yang hasil jepretan teleskop luar angkasa Hubble. Planet terbesar di sisten Tata Surya itu berwarna pastel.
Foto: Hubble
Jakarta -

Sejumlah astronom percaya bahwa salah satu alasan Bumi layak huni adalah karena Jupiter membantu melindungi kita dari hantaman komet dan beberapa asteroid.

Asteroid adalah benda kecil, berbatu, atau logam yang mengorbit Matahari. Kebanyakan asteroid berdiameter di atas 1 meter. Asteroid terbesar adalah Ceres, yang memiliki diameter 965 kilometer. Tetapi sebagian besar asteroid, termasuk Ceres, terletak di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, tetapi beberapa mendekati atau melintasi orbit Bumi.

Jadi bagaimana planet kita dilindungi dari asteroid ini? Jawabannya terletak pada gravitasi Jupiter. Kita semua tahu bahwa Jupiter adalah planet terbesar di Tata Surya kita. Jupiter juga merupakan raksasa gas dari sebuah planet yang 11 kali lebih besar dari Bumi, dan 2,5 kali lebih besar dari gabungan semua planet lain.

Gravitasi Jupiter diperkirakan melemparkan sebagian besar batuan luar angkasa yang bergerak cepat keluar dari Tata Surya sebelum mereka bisa mendekati Bumi. Selain asteroid, Jupiter juga melindungi Bumi dari komet, terutama komet periode panjang yang diperkirakan menyerang Bumi hanya pada rentang waktu yang sangat lama, jutaan atau puluhan juta tahun. Tanpa Jupiter di dekatnya, komet periode panjang akan lebih sering bertabrakan dengan planet kita.

Dalam beberapa dekade terakhir, para astronom melihat tanda-tanda komet yang menabrak Jupiter, antara lain ada Comet Shoemaker-Levy 9 pada tahun 1994, lalu di tahun 2009 para astronom mengamati celah gelap di satu sisi planet raksasa tersebut, kemungkinan disebabkan oleh komet.

Sebelumnya, untuk waktu yang lama, ilmuwan belum mengetahui secara pasti apa yang ada di balik awan yang berputar-putar di atmosfer Jupiter. Ternyata, Jupiter lebih dari sekadar bola gas besar yang berputar di Tata Surya, melainkan melindungi Bumi dan planet dalam lainnya dari kehancuran dengan membelokkan komet dan asteroid.

Menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences pada Mei 2015, dua ilmuwan memperkirakan bahwa Tata Surya bagian dalam pernah menjadi tuan rumah bagi sekelompok "Bumi super", sebutan untuk planet yang lebih besar dari Bumi tetapi lebih kecil dari Neptunus.

Mereka menyebut Tata Surya bagian dalam pernah menjadi tuan rumah bagi sekelompok Bumi super. Planet ini sangat luas sehingga gravitasinya membantu menarik dan menghentikan sebagian besar asteroid potensial untuk menabrak Bumi.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa migrasi Jupiter ke luar dapat menghancurkan planet generasi pertama dan mengatur situasi untuk pembentukan planet terestrial yang terkuras oleh massa yang dimiliki Tata Surya kita saat ini," kata Konstantin Batygin dari Caltech, salah satu penulis makalah.

Jupiter tercatat mengakhiri penghuni awal orbit dalam, melibas dan menyapu mereka ke Matahari. Gravitasi Jupiter yang kuat mencegah batuan ruang angkasa yang mengorbit di dekatnya bergabung menjadi sebuah planet, dan itulah sebabnya Tata Surya kita saat ini memiliki sabuk asteroid, yang terdiri dari ratusan ribu puing-puing kecil yang terbang.

Saat ini, gravitasi Jupiter terus mempengaruhi asteroid. Hanya saja, sekarang ia mendorong beberapa asteroid ke arah Matahari, di mana mereka memiliki kemungkinan bertabrakan dengan Bumi.



Simak Video "NASA Sebut Jupiter Bisa Jadi Bintang Jika Ukurannya 80 Kali Lebih Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT