Jika Ada Perang Nuklir Rusia-AS, Bumi di Ambang Kiamat

ADVERTISEMENT

Jika Ada Perang Nuklir Rusia-AS, Bumi di Ambang Kiamat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 23 Sep 2022 05:45 WIB
Peristiwa bom nuklir oleh sekutu saat perang dunia dua di Kota Hiroshima Jepang terjadi pada 6 Agustus 1945.  Masyarakat Jepang setiap pada tanggal tersebut selalu mengenang peristiwa itu dengan mengirimkan doa kepada korban di Hiroshima Peace Memorial Park.
Perang Nuklir Bikin Bumi di Ambang Kiamat, Ini Dampaknya (Foto: Junko Kimura/Getty Images)
Jakarta -

Kekhawatiran akan terjadinya perang nuklir kembali muncul setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengaku tak menutup kemungkinan meluncurkannya. Tentu jika demikian, negara barat takkan tinggal diam. Perang nuklir semacam itu tak hanya berdampak ke mereka tapi seluruh dunia.

"Tak peduli siapa yang mengebom siapa. Mungkin saja India dan Pakistan atau NATO dan Rusia. Sekali materialnya terlepas di atmosfer atas, maka akan tersebar secara global dan berdampak pada siapa saja," kata Cheryl Harrison, peneliti nuklir dari Lousiana State University.

Material dari nuklir akan memblokir cahaya Matahari, membuat gagal panen di seluruh dunia dan tentunya berujung pada kelaparan di mana-mana.

Di bulan pertama sejak nuklir diledakkan, suhu rata-rata global akan turun sekitar 7 derajat Celcius, merupakan perubahan temperatur lebih besar dari zaman es terakhir," sebut studi yang digawangi oleh Cheryl dan koleganya.

Kemudian, seperti dikutip detikINET dari Earth Sky, Jumat (23/9/2022) suhu di lautan akan menurun dengan cepat dan tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang nuklir, bahkan saat situasi membaik.

"Di saat planet makin dingin, es di lautan akan berkembang lebih dari 6 juta mil persegi, memblokir pelabuhan besar termasuk di Tianjin, Kopenhagen dan St Petersburg," lanjut mereka.

"Es di lautan itu akan menyebar ke wilayah yang biasanya bebas es, memblokir pengapalan di seluruh belahan Bumi utara sehingga muncul kesulitan untuk mendapat makanan dan suplai di beberapa kota seperti Shanghai, di mana kapal tidak dipersiapkan untuk menghadapi es," tambah para ilmuwan.

Penurunan mendadak baik cahaya maupun suhu di samudera akibat perang nuklir, akan membunuh ganggang di lautan. Padahal, perannya sangat penting di rantai makanan sehingga makhluk di laut pun kelaparan. Ujung-ujungnya adalah nelayan juga akan kesulitan mendapat ikan.

Perang nuklir berpotensi tewaskan 5 miliar orang>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT