Antrean Pelayat Ratu Elizabeth II Bisa Pakai Rumus Matematika

ADVERTISEMENT

Antrean Pelayat Ratu Elizabeth II Bisa Pakai Rumus Matematika

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 19 Sep 2022 16:17 WIB
Long queues of people along Shad Thames at Butlers Wharf wait patiently in line to see Queen Elizabeth II lying in state at Westminster Hall on 15th September 2022 in London, United Kingdom. At this time to queue was approximately 4 miles long with people waiting 8 hours. For 4 days before the state funeral, well wishers and mourners will have the opportunity to file past the coffin to pay their respects. (photo by Mike Kemp/In Pictures via Getty Images)
Antrean pelayat Ratu Elizabeth II. Foto: In Pictures via Getty Images/Mike Kemp
Jakarta -

Antrean jutaan orang yang ingin melayat keluarga Kerajaan Inggris atas wafatnya Ratu Elizabeth II tampak mengular di pusat kota London. Antrean ini bisa lebih rapi dan sempurna jika mengikuti rumus sains berikut ini.

Membuat antrean yang rapi bukanlah tugas yang mudah. Dalam kasus antrean para pelayat Ratu Elizabeth II, situasi ini terbantu oleh perilaku masyarakat Inggris yang terkenal patuh dalam mengantre. Ada formula sains di balik antrean yang bagus.

"Antrean yang sempurna adalah yang tidak memakan waktu lebih dari 10 menit," kata Eric Kant, pendiri Phase01 Crowd Management, sebuah perusahaan asal Belanda yang kerap mengelola acara, termasuk menangani antrean panjang.

Sebuah studi tahun 2017 dari University College London menunjukkan bahwa orang Inggris gelisah ketika mereka menunggu lebih dari 5 menit 45 detik.

"Dari perspektif ini, jelas ini bukan antrean yang sempurna," kata Kant. Tapi setidaknya, antrean harus dipersiapkan dengan baik, dengan perencanaan yang cermat, ketepatan, serta logistik yang memadai. Singkatnya, ini adalah antrean yang sepadan untuk melayat Sang Ratu.

Pada puncaknya, seperti dikutip dari Wired, antrean pelayat mengular hingga 8 km melintasi ibu kota, dengan perkiraan menunggu 14 jam. Ketika mencapai kapasitas dan ditutup pada Jumat (16/9), masyarakat memprotesnya dan malah membentuk antrean terpisah.

"Hingga 750 ribu orang diperkirakan akan melihat Sang Ratu selama dia terbaring di dalam peti mati sebelum dimakamkan. Pada satu waktu, sebanyak 30 ribu-40 ribu orang diperkirakan akan mengantre," kata konsultan keselamatan kerumunan Andy Hollinson.

Namun perkiraan itu bersifat konservatif dan didasarkan pada antrean yang teratur di mana orang-orang berdiri tiga sejajar. Sedangkan antrean di London lebih merupakan kerumunan yang teratur, tidak membentuk garis.

"Tidak ada yang pernah melihat antrean selama ini sebelumnya," kata Hollinson.

Namun terlepas dari sifat antrean yang belum pernah terjadi sebelumnya, persiapan harus dilakukan untuk membuat antrean sempurna dan nyaman.

"Saya dapat melihat banyak kesamaan dengan rencana yang saya kembangkan 10 tahun lalu," kata Keith Still, profesor tamu dalam ilmu kerumunan di University of Suffolk, yang pada 2011 diminta oleh Royal Parks London untuk menangani antrean dan sistem pemeriksaan keamanan untuk acara seperti pemakaman kerajaan.

Merancang antrean yang sempurna, kata Still, melibatkan dua variabel: seberapa cepat orang bergabung dengan akhir baris (tingkat kedatangan) dan seberapa cepat mereka melewatinya (tingkat layanan). Tingkat kedatangan ditentukan oleh kapasitas London Underground dan jaringan kereta api utama.

Tarif layanan lebih rumit untuk dihitung, karena tergantung pada seberapa cepat orang berada di depan peti mati Ratu Elizabeth II. Setiap orang punya cara berbeda untuk menunjukkan rasa hormat mereka, yang dapat memakan waktu yang berbeda-beda juga.

Sejauh ini, tingkat kedatangan diklaim telah melampaui tingkat layanan. Website resmi Kerajaan Inggris memperingatkan siapa pun yang ingin berkunjung agar bersiap menghadapi antrean.

"Ada hitung-hitungan matematika dan formula yang telah ditulis tentang ini selama bertahun-tahun, tetapi itu tidak memperhitungkan psikologi," kata Still.

Ada elemen positif dan negatif yang berperan dalam situasi mengantre seperti ini. Hampir tidak ada seorang pun yang mau menunggu selama itu, dan artinya mereka dapat dengan cepat merasa frustrasi.

"Tetapi untuk para penggemar Ratu Elizabeth II dan keluarga kerajaan yang bertekad memberikan rasa hormat mereka, ada risiko lain. Salah satu kekhawatiran yang selalu utama adalah bahwa jika orang berdiri selama 20 jam, maka mereka mungkin mendorong diri mereka melampaui batas mereka," kata Still.

Tercatat ada tiga ratus orang dalam antrean diberikan bantuan medis, dan 17 orang di antaranya dibawa ke rumah sakit terdekat, menurut London Ambulance Services.

Sementara Kant mengatakan bahwa antrean menurut definisi, tidak bisa serta merta digambarkan sebagai sempurna atau tidak. Mungkin saja waktu tunggu 14 jam tidak seburuk yang kita kira.

Dengan adanya streaming langsung pelacakan antrean yang memberikan perkiraan panjang dan waktu antrean, memberikan transparansi tentang berapa lama orang dapat menunggu.



Simak Video "Antrean Membeludak Warga yang Ingin Melayat Ratu Elizabeth II"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT