Heboh Ratu Elizabeth II Disebut Keturunan Nabi Muhammad

ADVERTISEMENT

Heboh Ratu Elizabeth II Disebut Keturunan Nabi Muhammad

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 16 Sep 2022 05:45 WIB
Kantong teh bekas Ratu Elizabeth II dijual seharga Rp 178 Juta
Apakah Ratu Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad? Foto: Getty Images
Jakarta -

Wafatnya Ratu Elizabeth II turut mengungkap cerita-cerita lama yang pernah berseliweran. Salah satunya, konon Ratu Elizabeth II adalah keturunan Nabi Muhammad.

Pada tahun 1986, Perdana Menteri Inggris kala itu, Margaret Thatcher, mendapat sebuah surat dari seseorang yang mengklaim diri sebagai ahli silsilah kerajaan bernama Harold Brooks-Baker. Orang itu mendesak Perdana Menteri melindungi dan memperlakukan Ratu Elizabeth II lebih baik lagi karena dia keturunan Nabi Muhammad.

"Faktor keturunan langsung keluarga kerajaan dari Nabi Muhammad tidak dapat diandalkan untuk selamanya melindungi keluarga kerajaan dari teroris Muslim," tulis Harold Brooks-Baker dari otoritas silsilah Burke's Peerage.

"Tak banyak orang Inggris tahu, bahwa darah Nabi Muhammad mengalir di diri Sang Ratu. Namun, semua pemimpin agama Muslim bangga dengan fakta ini," tambah Brooks-Baker.

Meskipun ucapan ahli silsilah itu menuai kontroversi, suratnya tersebut kemungkinan mempopulerkan desas-desus yang terus berlanjut, apakah Ratu Elizabeth II adalah keturunan nabi beragama Islam?



Dikutip dari The New Arab, Jumat (16/9/2022) menurut teori Brooks-Baker, mendiang Raja Inggris terkait dengan Nabi Muhammad melalui Earl of Cambridge abad ke-14, yang memiliki nenek moyang yang berasal dari Spanyol Muslim abad pertengahan.

Adapun hubungannya dengan Spanyol, Putri Zaida dari Sevilla yang beragama Islam abad ke-11, kabarnya telah memeluk agama Kristen dan menjadi selir Raja Alfonso VI dari Kastilia.

Zaida digambarkan sebagai seorang pengungsi Muslim yang melarikan diri dari Sevilla, menjadi Kristen, dan dikenal sebagai Isabella. Dianggap oleh beberapa orang sebagai putri penguasa Sevilla Al-Mutamid Ibn Abbad, konon keturunan klan Hashemite atau Hasyimiyah, dia menjadi simpanan Raja Alfonso VI yang merupakan musuh bebuyutan ayahnya.

Diduga, salah satu keturunan Zaida menikah dengan Richard dari Conisbrough, Earl of Cambridge ke-3, pada abad ke-14. Dia dikatakan sebagai nenek moyang Ratu Elizabeth. Namun Zaida tetap menjadi sosok misterius, dan kisah sebenarnya masih tidak jelas.

Bagaimanapun, klaim tersebut menarik perhatian kalangan muslim. Mantan Mufti Agung Mesir Ali Gomaa, pada 2018 mengatakan bahwa Ratu Elizabeth II memiliki ikatan darah dengan Nabi sejak 43 generasi.

Isu adanya hubungan antara bangsawan Inggris dan Nabi juga belum sepenuhnya ditolak oleh sejarawan Inggris. Salah satu sejarawan Inggris David Starkey pada 2018 mengatakan, beredarnya teori itu sama sekali tidak aneh. Namun kalangan lain memandang klaim itu dengan skeptis.

"Jika kita menengok ke belakang cukup jauh, kita dapat menemukan semacam 'sepupu ketiga' dihapus sebanyak 99 kali terkait hubungannya dengan siapa pun di dunia," kata penulis Lesley Hazleton kepada The History Channel pada tahun 2019.

Ia menambahkan, teori itu kemungkinan muncul sebagai respons atas situasi politik saat itu terhadap denominasi (kelompok keagamaan yang dapat diidentifikasi di bawah satu nama, struktur, dan doktrin) Islam di dunia barat. Sementara itu, kalangan lain berupaya melihat perspektif lain dari karakter Brooks-Baker sendiri untuk mendapat pencerahan yang lebih baik mengenai teorinya.

Hingga kini, tidak ada temuan resmi dan otoritatif yang menghubungkan Raja Inggris dengan Nabi Islam. Tidak ada pula bukti bahwa Ratu Elizabeth II adalah keturunan Nabi Muhammad atau klan Hashemite atau Hasyimiyah di jazirah Arab.



Simak Video "Antrean Membeludak Warga yang Ingin Melayat Ratu Elizabeth II"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT