Rusia Sebut Satelit Komersial Sah-sah Saja Ditembak saat Perang

ADVERTISEMENT

Rusia Sebut Satelit Komersial Sah-sah Saja Ditembak saat Perang

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 18 Sep 2022 20:34 WIB
Foto satelit invasi Rusia-Ukraina
Gambar situasi perang Rusia Ukraina yang diambil oleh satelit Maxar Technologies. Foto: Maxar Technologies
Jakarta -

Rusia kembali membuat pernyataan provokatif terkait tatanan internasional di luar angkasa. Negara ini menyebut, sah-sah saja menembak satelit pribadi dalam situasi perang.

Satelit pribadi yang dimaksud Rusia adalah satelit-satelit milik lembaga non-pemerintahan dan komersial. Pernyataan ini datang di saat Amerika Serikat (AS) sedang gencar memanfaatkan lebih banyak satelit komersial untuk pekerjaan intelijen dan komunikasi.

Pernyataan bahwa satelit-satelit semacam ini adalah "target yang sah" ditembak saat operasi masa perang disampaikan oleh delegasi Rusia pada hari Senin (12 September) pada pertemuan kelompok kerja terbuka PBB (OEWG) tentang pengurangan ancaman luar angkasa, yang diadakan di Jenewa pada 12 September-16 September.

Padahal, tujuan pertemuan ini adalah membahas bagaimana mengurangi ancaman dan meningkatkan kerja sama di ruang angkasa melalui penciptaan dan adopsi norma-norma baru dan prinsip-prinsip perilaku yang bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Konstantin Vorontsov, anggota Kementerian Luar Negeri Rusia dan kepala delegasi Rusia untuk Urusan Perlucutan Senjata PBB.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan Senin (12/9), Vorontsov menyatakan bahwa delegasi Rusia ingin menggarisbawahi tren yang sangat berbahaya yang melampaui penggunaan teknologi luar angkasa dan ancamannya makin nyata selama peristiwa di Ukraina.

Vorontsov mengatakan bahwa penggunaan aset satelit komersial dan sipil oleh Amerika Serikat dan sekutunya selama invasi yang sedang berlangsung ke Ukraina merupakan keterlibatan tidak langsung dalam konflik militer. Dengan demikian, infrastruktur kuasi-sipil dapat menjadi target yang sah untuk diserang.

"Paling tidak penggunaan satelit sipil yang provokatif ini dipertanyakan di bawah Perjanjian Luar Angkasa, yang mengatur penggunaan luar angkasa secara eksklusif untuk tujuan damai, dan harus dikutuk keras oleh komunitas internasional," sebutnya.

Komentar provokatif Rusia ini disampaikan setelah peristiwa invasi berkelanjutan Rusia ke Ukraina mendorong CEO SpaceX Elon Musk mengirim beberapa terminal Starlink ke Ukraina untuk meningkatkan jangkauan internet dan konektivitas.

Selain Starlink, perusahaan citra satelit komersial seperti Planet, Maxar, dan BlackSky juga telah memberikan bantuan intelijen penting dengan mengambil gambar situasi konflik dari satelit mereka dan membagikannya secara terbuka.



Simak Video "Perintah Putin Mobilisasi 300 Ribu Militer ke Ukraina!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/agt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT