Rusia Peringatkan Stasiun Luar Angkasa Internasional Mulai Retak

Rusia Peringatkan Stasiun Luar Angkasa Internasional Mulai Retak

ADVERTISEMENT

Rusia Peringatkan Stasiun Luar Angkasa Internasional Mulai Retak

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 05 Sep 2022 07:50 WIB
IN SPACE - MAY 29:  In this handout provided by National Aeronautics and Space Administration (NASA), back dropped by planet Earth the International Space Station (ISS) is seen from NASA space shuttle Endeavour after the station and shuttle began their post-undocking relative separation May 29, 2011 in space. After 20 years, 25 missions and more than 115 million miles in space, NASA space shuttle Endeavour is on the last leg of its final flight to the International Space Station before being retired and donated to the California Science Center in Los Angeles. Capt. Mark E. Kelly, U.S. Rep. Gabrielle Giffords (D-AZ) husband, has lead mission STS-134 as it delivered the Express Logistics Carrier-3 (ELC-3) and the Alpha Magnetic Spectrometer (AMS-2) to the International Space Station. (Photo by NASA via Getty Images)
Rusia Peringatkan Stasiun Luar Angkasa Internasional Mulai Retak. Foto: Getty Images
Jakarta -

International Space Station (ISS) sudah beroperasi sekitar 23 tahun dan seharusnya sudah dipensiunkan, tapi diperpanjang masa pemakaiannya. Menurut Rusia, ISS itu sudah mulai menunjukkan kerusakan yang bisa membahayakan.

Seperti dikutip detikINET dari Reuters, Yuri Borisov selaku bos baru Roscosmos, lembaga luar angkasa Rusia, menyatakan ISS mulai banyak mengalami kerusakan.

"Secara teknis, ISS sudah melampaui semua periode garansinya. Hal ini berbahaya. Proses kegagalan perangat sudah dimulai, keretakan sudah muncul," kata dia.

Rusia sendiri sempat mengancam tidak akan lagi terlibat dalam perawatan ISS setelah perang dengan Ukraina, namun sampai saat ini masih ikut serta. Di sisi lain, Rusai juga sudah berencana membangun stasiun antariksa sendiri.

Mereka akan menghentikan kerja sama internasional di ISS pada sekitar tahun 2024. Rusia akan mencari mitra dari negara lain yang lebih bersahabat dalam mengembangan stasiun antariksa baru.

Negara dimaksud kemungkinan adalah China. Borisov mengaku kecewa dengan berbagai sanksi yang dijatuhkan negara-negara barat, termasuk soal kerja sama anatriksa. Belum lama ini, European Space Agency (ESA) menghentikan kemitraan wahana ke Mars dengan Rusia, terkait invasi ke Ukraina.

"Upaya dan juga uang yang sangay besar sudah dihabiskan dalam proyek itu, akan tetapi politik ikut campur tangan dan apa hasilnya? Seharusnya tidak menjadi seperti ini, ini salah," tegas Borisov.

Adapun segmen Rusia di ISS menyediakan semua propulsi yang digunakan untuk reboost stasiun, kontrol ketinggian, manuver menghindari sampah antariksa, dan operasi de-orbit. Sementara segmen AS menyediakan daya dari panel surya dan beberapa sistem pendukung kehidupan.



Simak Video "Rencana Rusia Tinggalkan Stasiun Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT