Ilmuwan Prediksi Sisa Umur Matahari

ADVERTISEMENT

Ilmuwan Prediksi Sisa Umur Matahari

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 14 Sep 2022 06:15 WIB
Ledakan besar di Matahari
Ilmuwan Prediksi Sisa Umur Matahari. Foto: ESA
Jakarta -

Penelitian ilmiah menentukan tanggal ketika Matahari akan mati. Ilmuwan menyebut, bintang utama di Tata Surya kita ini, sekarang berusia sekitar 4570 juta tahun dan komposisinya stabil.

Berkat basis data yang berisi sifat-sifat intrinsik ratusan ribu bintang, menjadi hal yang sangat mungkin bagi para ilmuwan untuk memprediksi akhir hidup Matahari.

Di antara data dalam database ini, ada data misi Gaia European Space Agency (ESA), yang mengontrol kecerahan dan warna bintang yang terlihat dari Bumi. Namun, mengubah data ini menjadi properti khusus Matahari membutuhkan kerja keras.

Dikutip dari The Cleveland American, Matahari saat ini memiliki sekitar 4,57 miliar tahun kehidupan yang berarti dia berada di usia paruh baya.

Selain itu, Matahari berisi file konfigurasi yang cukup stabil dan penggabungan hidrogen menjadi helium. Namun, karena bahan bakar hidrogen di intinya habis, perubahan dalam proses fusi akan dimulai dan suhu permukaannya akan turun.

Kedua, suhu permukaan Matahari adalah sekitar 6000K. Tim Orlag Crevi, dari Observatorium Côte d'Azur di Prancis menganalisis semua data Gaia untuk mendapatkan sampel bintang yang benar-benar murni dengan pengukuran resolusi tinggi.

Dengan menganalisis semua data yang tersedia dan menggambar diagram Hertzsprung-Russell (HR), mereka menentukan bagaimana suhu dan kilau Matahari akan bervariasi saat Matahari makin dewasa.

Akhirnya, mereka dapat menentukan bahwa Matahari akan mencapainya. Suhu maksimum adalah sekitar 8000 juta tahun. Matahari kemudian mendingin dan bertambah besar. Berikutnya, ia menjadi bintang raksasa merah antara 10-11.000 juta tahun yang lalu. Setelah itu, dia akan mencapai akhir hidupnya, menjadi bintang kerdil (katai) putih yang samar.

Ilmuwan mengatakan, untuk saat ini tak perlu khawatir, karena bintang kita masih berumur sekitar 11.000 juta tahun lagi.



Simak Video "Pria Ngaku Dewa Matahari Alami Gangguan Jiwa, Kasusnya Dihentikan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT