NASA Bisa Produksi Oksigen di Mars, Ada Harapan Manusia Hidup di Sana

ADVERTISEMENT

NASA Bisa Produksi Oksigen di Mars, Ada Harapan Manusia Hidup di Sana

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 03 Sep 2022 18:09 WIB
Mars the red planet black background
NASA Bisa Produksi Oksigen di Mars, Ada Harapan Manusia Hidup di Sana. Foto: Getty Images/iStockphoto/Martin Holverda
Jakarta -

Beberapa bulan lalu, NASA mengumumkan telah berhasil memproduksi oksigen di Mars untuk pertama kalinya. Kini hasil terperinci dari percobaan ini mengungkapkan bahwa Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE) dapat menghasilkan oksigen dengan andal.

Oksigen ini tentu saja tak sekadar dibuat, tapi telah diuji tujuh kali dalam kondisi yang berbeda, siang dan malam, dan di dua musim di Mars.

Seperti dikutip dari laporan Science Advances, eksperimen tersebut mampu menghasilkan 6 gram oksigen per jam, tingkat yang setara dengan pohon yang cukup kecil di Bumi. Eksperimen ini mungkin tampak sederhana, tetapi menunjukkan bahwa teknologi MOXIE mampu menyelesaikan tugas ambisius di depan.

"Ini adalah demonstrasi pertama yang benar-benar menggunakan sumber daya di permukaan benda planet lain, dan mengubahnya secara kimiawi menjadi sesuatu yang akan berguna untuk misi manusia," kata wakil penyelidik utama MOXIE Jeffrey Hoffman, dari Massachusetts Institute of Technology.

MOXIE adalah salah satu dari banyak instrumen di robot penjelajah Perseverance sehingga tidak dapat berjalan terus menerus seperti versi skala penuh. Butuh berjam-jam untuk pemanasan dan kemudian mulai bekerja.

Proses pertama yang dilakukan untuk menghasilkan oksigen adalah menyaring udara Mars, kemudian diberi tekanan. Udara kemudian dikirim melalui Solid OXide Electrolyzer (SOXE) yang memecahnya menjadi karbon monoksida dan oksigen. Proses ini berlangsung selama satu jam.

"Atmosfer Mars jauh lebih bervariasi daripada Bumi. Kepadatan udara dapat bervariasi sepanjang tahun, dan suhu dapat bervariasi hingga 100 derajat. Salah satu tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa kita bisa melakukannya di semua musim," kata Hoffman.

MOXIE telah terbukti sukses menghasilkan oksigen dalam kondisi yang terbatas, selama bulan-bulan di musim gugur dan musim dingin, serta pada waktu yang berbeda yakni siang dan malam. Tim peneliti berharap untuk mengujinya di musim semi dan ketika atmosfer berubah dengan cepat.

"Satu-satunya hal yang belum kami tunjukkan adalah menggunakan oksigen saat fajar atau senja, ketika suhu berubah secara substansial," tambah Michael Hecht, peneliti utama misi MOXIE di Observatorium Haystack MIT.

"Kami memiliki kartu as yang memungkinkan kami melakukan itu, dan begitu kami mengujinya di lab, kami dapat mencapai tonggak terakhir untuk menunjukkan bahwa kita benar-benar dapat memanfaatkan oksigen ini kapan saja," ujarnya.

Tujuannya adalah untuk menghasilkan oksigen yang cukup agar tidak hanya bisa menopang beberapa astronaut tetapi untuk menghasilkan bahan bakar untuk kendaraan pendakian Mars yang akan membawa para astronaut kembali ke orbit, kemudian ke Bumi.

Versi MOXIE yang ditingkatkan, menghasilkan sekitar 2 hingga 3 kilogram oksigen per jam. Kapasitas ini diperkirakan mampu menghasilkan oksigen yang cukup untuk enam kru yang tiba 26 bulan kemudian. Skenario yang sangat realistis, mendukung kelayakan pendekatan ini.

"Untuk mendukung misi manusia ke Mars, kita harus membawa banyak barang dari Bumi, seperti komputer, pakaian antariksa, dan habitat. Tapi oksigen? Jika Anda bisa sampai di sana, buatlah (oksigen), maka Anda akan melangkah jauh," kata Hecht.

Tim peneliti berharap bisa menguji MOXIE di musim semi. Dengan kepadatan udara yang lebih tinggi, mereka berencana untuk mendorong perangkat hingga batasnya dan melihat seberapa banyak oksigen yang dapat dihasilkannya.



Simak Video "Misi Terbaru NASA Terbangkan 2 Astronaut ke Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT