Apakah Ramalan Cuaca Bisa Dipercaya?

Apakah Ramalan Cuaca Bisa Dipercaya?

ADVERTISEMENT

Apakah Ramalan Cuaca Bisa Dipercaya?

Tim - detikInet
Senin, 29 Agu 2022 07:45 WIB
Sejumlah kendaraan melintas saat hujan di Bundaran HI, Jakarta, Jumat, (18/2/2022).
Apakah Ramalan Cuaca Bisa Dipercaya? (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Apakah ramalan cuaca bisa dipercaya? Pertanyaan ini mungkin sering terlintas di pikiran kalian ketika melihat prakiraan cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakui bahwa prediksi cuaca tidak 100% akurat.

Akurasi prediksi cuaca di Indonesia pernah ramai menjadi perbincangan setelah BMKG dianggap sering meleset memperkirakan curah hujan. Netizen di Twitter bahkan terang-terangan mengatakan mereka skeptis terhadap prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG.

"BMKG mampu memberikan presisi sampai 3 km persegi (tingkat Kecamatan) dengan akurasi 80%-85% dalam waktu tiga hari sampai tiga jam sebelum kejadian," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati merespons hal tersebut, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

BMKG mengakui prakiraan cuaca di Indonesia tidak mudah. Pasalnya Indonesia sebagai negara ekuator memiliki kerumitan dan ketidakpastian dibandingkan negara-negara yang jauh dari ekuator. Fenomena atmosfer dan cuaca di Indonesia, disebut Dwikorita sangat rumit.

"Kompleksitas ini makin meningkat dan tidak pasti karena Indonesia adalah negara kepulauan lautan lebih luas dari daratannya dan diapit oleh dua samudera terbesar di dunia yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia," jelasnya.

Cara memprediksi cuaca

Disebutkan Dwikorita, dalam melakukan prakiraan cuaca tak hanya menggunakan permodelan prediksi hujan Global Forecast System (GFS) yang diproduksi Pusat Nasional untuk Prediksi Lingkungan (NCEP) Amerika Serikat.

"Hasil pemodelan dari GFC dianalisis atau dimodelkan lanjut dengan menggunakan data-data obsevasi oleh BMKG dari Satelit Himawari dan Radar Cuaca [40 Radar Cuaca]," ujarnya.

Prediksi GFC akan makin tidak akurat kalau dipakai untuk memprediksi potensi hujan ekstrem seminggu atau sepuluh hari sebelumnya.

Ia menjelaskan, GFC memiliki kelemahan untuk memprediksi kawasan kepulauan Indonesia. Kelemahan pemodelan prediksi cuaca secara global seperti GFC adalah di tingkat resolusinya yang kasar atau tidak presisi.

"Kesulitan prediksi cuaca di wilayah kepulauan Indonesia ini bisa disiasati dengan integrasi antara prediksi cuaca dan prediksi iklim. Integrasi lanjutan juga dilakukan dengan hasil observasi data satelit setiap 10 menit dan data radar secara real time," pungkasnya.

Seluruh langkah tersebut harus selalu diperbarui setiap hari setiap tiga jam. Bahkan apabila terdeteksi gejala ekstrem, proses pemutakhiran prediksi harus setiap jam hingga setiap 10 menit untuk menyesuaikan perkembangan potensi kondisi ekstrem.

*) Artikel ini sebelumnya tayang di CNN Indonesia berjudul "BMKG Akui Prediksi Cuaca Tak 100 Persen Akurat".



Simak Video "Sebagian DKI Diprediksi Hujan Lebat Berpotensi Banjir Hingga 10 Oktober"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT