Ilmuwan Namai Gelombang Panas untuk Pertama Kalinya

ADVERTISEMENT

Ilmuwan Namai Gelombang Panas untuk Pertama Kalinya

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 18 Agu 2022 12:14 WIB
Gelombang panas Eropa 2022 melanda sejumlah negara. Akibatnya, muncul cuaca esktrem di mana suhu panas mencapai titik yang melewati batas normal.
Ilmuwan Namai Gelombang Panas untuk Pertama Kalinya. Foto: dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance
Jakarta -

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan menamai gelombang panas seperti menamai badai. Kenalkan, gelombang panas pertama bernama Zoe.

Para ilmuwan di Spanyol memberi nama gelombang panas yang membuat suhu melonjak hingga 44,4 derajat Celcius di Seville dalam kurun waktu 24-27 Juli 2022.

"Ini adalah upaya baru untuk memperingatkan publik akan suhu ekstrem dan memperingatkan mereka tentang bahayanya," kata José María Martín Olalla, seorang profesor di department of condensed matter physics University of Sevilla, dikutip dari USA Today.

Sebelumnya, ilmuwan sudah lama terbiasa memberi nama badai, dan praktik tidak resmi memberi julukan badai musim dingin yang muncul pada tahun 2012 di Amerika Serikat. Tapi Zoe, adalah gelombang panas pertama yang diberi nama. Nama tersebut merupakan upaya dari proMETEO Sevilla Project , sebuah inisiatif dari Adrienne Arsht-Rockefeller Foundation Resilience Center of the Atlantic Council, sebuah pusat penelitian dan organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, Amerika Serikat.

Seville adalah lokasi percontohan untuk proyek tersebut, yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan panas yang ekstrem dan untuk mengadvokasi upaya mengurangi bahaya gelombang panas.

Definisi gelombang panas

Gelombang panas bukan sekadar hari yang panas. Mereka didefinisikan oleh Badan Meteorologi Negara Spanyol (AEMET) sebagai periode yang setidaknya terdiri dari tiga hari berturut-turut, dengan minimal 10% dari stasiun cuaca mencatat suhu maksimum di atas persentil ke-95 untuk Juli hingga Agustus antara 1971 hingga 2000.

Tidak ada definisi tunggal gelombang panas di Amerika Serikat, tetapi Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) menggunakan patokan setidaknya dua hari ketika suhu minimum harian, disesuaikan dengan kelembaban, lebih besar dari persentil ke-85 untuk Juli dan Agustus antara 1981 dan 2010.

Gelombang panas sangat berbahaya, terutama bagi populasi rentan seperti orang tua dan orang-orang yang bekerja di luar ruangan. WHO mencatat pada 2018 bahwa antara tahun 2000-2016, jumlah orang yang terpapar panas ekstrem setiap tahun meningkat 125 juta.

Zoe mungkin menjadi gelombang panas pertama yang diberi nama, dan diperkirakan akan ada nama-nama gelombang panas lainnya. Dengan menyebut gelombang panas, proMETEO Sevilla berharap publik tahu bahwa mereka harus lebih berhati-hati.

Berkaitan dengan pencegahan efek gelombang panas terhadap kesehatan, WHO menyarankan agar membuka jendela di malam hari untuk membiarkan udara dingin masuk dan menjaga cahaya pada siang hari. Perhatian khusus harus diberikan untuk memastikan bayi, orang yang berusia di atas 60 tahun, atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis tetap tenang.



Simak Video "Penampakan Ikan-ikan yang Mati Akibat Gelombang Panas di Prancis"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT