Bill Gates Bahas Nyamuk Sakti di Yogyakarta, Ini Respons Ilmuwannya

Bill Gates Bahas Nyamuk Sakti di Yogyakarta, Ini Respons Ilmuwannya

ADVERTISEMENT

Bill Gates Bahas Nyamuk Sakti di Yogyakarta, Ini Respons Ilmuwannya

Jauh Hari Wawan S - detikInet
Selasa, 23 Agu 2022 22:35 WIB
Ember berisi telur nyamuk wolbachia di Bantul.
Ember berisi telur nyamuk wolbachia di Bantul (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng)
Jakarta -

Bill Gates bercerita soal nyamuk sakti dengan bakteri Wolbachia yang mencegah penyebaran demam berdarah di Yogyakarta. Tim ilmuwan terkait juga ikut bicara.

Sebelumnya, Bill Gates menyebut yayasannya yaitu Bill and Melinda Gates Foundation mendanai riset nyamuk ber-wolbachia untuk menghentikan penyebaran demam berdarah dan penyakit lainnya. Salah satu lokasi penelitian ada di Yogyakarta.

Peneliti pendamping nyamuk Wolbachia dari World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM dr Riris Andono Ahmad, MPH, PhD menanggapi pernyataan Bill Gates.

Menurut dia, yang dilakukan timnya bukan sekadar eksperimen seperti yang dibilang Bill Gates. Melainkan, mereka melakukan penelitian mendalam.

"Kegiatan pengendalian kasus DBD dengan nyamuk ber-Wolbachia yang dilakukan oleh WMP di Kota Yogyakarta merupakan riset atau penelitian, bukan eksperimen," kata Riris dalam keterangan kepada detikJateng, Selasa (23/8/2022).

Selain itu, dia juga meluruskan bahwa pendanaan mereka dari Yayasan Tahija. "Didanai sepenuhnya oleh Yayasan Tahija, bukan yayasan milik Bill Gates (Gates Foundation)," imbuhnya.

Nampaknya memang ada sedikit kerancuan di sini. Bill Gates mengatakan bahwa Bill and Melinda Gates Foundation mendanai World Mosquito Program (WMP) untuk yang global. Namun dalam artikel terpisah, Bill Gates menyebutkan untuk riset di Indonesia didanai oleh Yayasan Tahija.

Sekadar informasi, kegiatan WMP dilakukan di 11 negara, termasuk Indonesia (Yogyakarta). Kegiatan WMP di Yogyakarta secara khusus didanai oleh Yayasan Tahija.

Bill Gates mengenang kunjungannya ke salah satu pusat penelitian bakteri Wolbachia, tepatnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Pada 2014 lalu, Bill Gates mendatangi Dusun Kronggahan di Kabupaten Sleman, lokasi pelepasan nyamuk ber-Wolbachia dalam fase 2 penelitian WMP Yogyakarta.

Sebelumnya, menyambut Mosquito Week 2022, Bill gates bicara soal hewan paling berbahaya di dunia. Menurut dia, hewan itu adalah nyamuk yang bisa menyebarkan penyakit berbahaya dan menimbulkan banyak korban jiwa, dari demam berdarah sampai zika.

Bill Gates membahas bagaimana jutaan nyamuk sengaja dilepaskan dari laboratorium dengan bakteri ampuh bernama Wolbachia. Bakteri itu menghalangi nyamuk menularkan demam berdarah dan virus lain semacam zika, chikunguya dan lainnya pada manusia.



Simak Video "Bill Gates Dukung Riset Atasi Demam Berdarah di Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT