Cerita Bill Gates ke Yogyakarta Melepas Nyamuk Demam Berdarah

Cerita Bill Gates ke Yogyakarta Melepas Nyamuk Demam Berdarah

ADVERTISEMENT

Cerita Bill Gates ke Yogyakarta Melepas Nyamuk Demam Berdarah

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 23 Agu 2022 11:16 WIB
Bill Gates pakai blangkon
Kunjungan Bill Gates ke Yogyakarta Demi Nyamuk. Foto: Blog Bill Gates
Jakarta -

Dalam blog terbarunya, Bill Gates membahas panjang lebar soal bahaya nyamuk bagi manusia, misalnya menularkan demam berdarah. Ia pun menyinggung kunjungannya ke Indonesia, tepatnya di kota Yogyakarta.

Jadi, yayasan Bill & Melinda Gates Foundation mendukung riset global, di mana nyamuk Aedes aegypti yang menularkan demam berdarah, diberi bakteri bernama Wolbachia. Nah, Universitas Gadjah Mada di Yogya adalah salah satu kampus yang menggelar penelitian itu.

Bill Gates pernah berkunjung langsung ke Yogyakarta pada tahun 2014. UGM menjadi bagian dari program global berupa terobosan baru menangkal demam berdarah. Caranya adalah dengan memasukkan bakteri bernama Wolbachia kepada nyamuk untuk mengendalikannya.

"Wolbachia muncul alami di 70% dari semua serangga dan tak berbahaya bagi manusia. Ia dapat menghalangi penularan demam berdarah oleh nyamuk. Sayangnya, jenis nyamuk yang membawa demam berdarah, Aedes aegypti, tak secara alami mendapat Wolbachia. Tapi sekelompok ilmuwan menemukan cara menginfeksi mereka," tulis Bill Gates di blognya pada tahun 2014 usai kunjungan ke Yogya.

Koloni nyamuk yang sudah mengandung Wolbachia pun dilepaskan. Harapannya, mereka akan berkembang biak dengan nyamuk liar dan mencegah penyebaran demam berdarah.

"Bekerja sama dengan komunitas lokal, periset pertama kali melepaskan nyamuk Wolbachia di Australia pada 2011. Di Januari 2014, dengan dukungan pemerintah dan warga, tim Indonesia mulai melepaskannya di rumah sekitar Yogyakarta, Dalam kunjungan saya, saya berkesempatan melepaskan lusinan nyamuk Wolbachia ke alam liar," tulis Bill Gates.

Kini delapan tahun sudah berlalu sejak kunjungan ke Yogyakarta itu. Bill Gates menyebut program nyamuk yang mengandung Wolbachia sukses besar menangkal demam berdarah.

Uji coba yang digelar secara random di Yogyakarta menunjukkan nyamuk yang sudah mengandung Wolbachia menurunkan kasus demam berdarah sampai 77%. Di Medelin, Kolombia, kasus demam berdarah bahkan anjlok 89%.

"Hasil itu adalah terobosan besar, menunjukkan bukti teknologi baru ini akan melindungi seluruh kota dan negara melawan ancaman penyakit dari nyamuk. World Mosquito Program kini melepaskan nyamuk itu di 11 negara, Brasil, Kolombia, Meksiko, Indonesia, Sri Lanka, Vietnam, Australia, Fiji, Kiribati, New Caledonia, dan Vanuatu," papar Bill Gates di tulisan blog terbarunya.



Simak Video "Bill Gates Pilih Android Daripada iPhone"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT