Ada JavaScript di Balik Foto Memukau Teleskop Tercanggih NASA

Ada JavaScript di Balik Foto Memukau Teleskop Tercanggih NASA

ADVERTISEMENT

Ada JavaScript di Balik Foto Memukau Teleskop Tercanggih NASA

Anggoro Suryo - detikInet
Minggu, 21 Agu 2022 14:15 WIB
Teleskop James Webb milik NASA
Foto: NASA
Jakarta -

JavaScript adalah bahasa pemrograman yang tenar di zamannya, namun kini sering jadi bulan-bulanan developer karena berbagai kekurangannya.

Namun, JavaScript ada di balik foto memukau yang dihasilkan teleskop James Webb. Teleskop yang pembuatannya menghabiskan dana USD 10 miliar itu sebagian kontrolnya dilakukan menggunakan JavaScript, bahasa pemrograman yang dibuat pada tahun 2022.

Berdasarkan manuskrip untuk Integrated Science Instrument Module (ISIM) dari teleskop James Webb, software untuk ISIM ini dikontrol menggunakan 'Script Processor Task, yang menjalankan deretan kode JavaScript untuk menerima perintah.

Menurut NASA, deretan kode yang mengubah JavaScript itu menjadi sebuah perintah bisa menjalankan 10 perintah sekaligus, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (19/8/2022).

Secara sederhana, begini penjelasannya. Teleskop James Webb ini sudah disiapkan dengan sederet kode tertentu untuk menjalankan perintah tertentu. Namun untuk mengaktifkannya, perlu "perintah" dari para peneliti yang ada di bumi.

Nah, saat perintah tersebut dikirimkan, deretan kode JavaScript itu akan diterjemahkan oleh program bernama script processor, yang akan "menghubungi" aplikasi lain dan bagian sistem yang diperlukan untuk menjalankan perintah tersebut.

Jadi sebenarnya JavaScript bukan menjadi sistem operasi inti pada teleskop luar angkasa tersebut. Melainkan berfungsi menjadi semacam manajer, yang menerima perintah dan kemudian mendelegasikan perintah tersebut ke tim-timnya.

Meski begitu JavaScript tetap punya peran sangat penting di teleskop James Webb. Karena ISIM adalah sekumpulan instrumen yang dipakai untuk mengambil foto melalui teleskop. Bahkan NASA tak segan menyebut deretan kode JavaScript di ISIM itu menjadi "the heart of the James Webb Space Telescope".

Secara spesifik, skrip tersebut ditulis menggunakan Nombas ScriptEase 5.00e, yang pembaruan terakhirnya dirilis pada Januari 2003.

Agak unik memang jika membayangkan sebuah teleskop berteknologi super canggih dengan biaya super mahal masih menggunakan bahasa pemrograman yang pertama dirilis hampir dua dekade yang lalu.

Namun jika melihat sejarah teleskop James Webb, pemilihan JavaScript ini cukup masuk akal. Yaitu karena proyek pengembangan teleskop ini sebenarnya sudah dimulai sejak 1989, dan konstruksi pembuatannya sudah dimulai sejak 2004, yaitu saat ScriptEase 5 baru "berusia" dua tahun.

Ditambah lagi, banyak pesawat angkasa yang memang menggunakan teknologi yang terbukti bisa beroperasi dengan baik, bukan teknologi terbaru dan tercanggih. Misalnya, pesawat angkasa Orion buatan NASA yang diterbangkan pada akhir 2014 menggunakan chip IBM PowerPC 750X single core, yang dirilis pada tahun 2022.

Oh ya, teknologi jadul di teleskop James Webb tak cuma bahasa pemrogramannya, namun juga kapasitas SSD yang dibawanya, yang berkapasitas 68GB. Ya, teleskop seharga USD 10 miliar itu hanya punya SSD yang kapasitasnya sama dengan MacBook Air generasi pertama keluaran 2008.



Simak Video "NASA Rilis Foto Gugusan Galaksi Jepretan Teleskop James Webb"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT