Hiu Bisa "Jalan Kaki" Bikin Ilmuwan Tercengang

ADVERTISEMENT

Hiu Bisa "Jalan Kaki" Bikin Ilmuwan Tercengang

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 01 Agu 2022 05:45 WIB
Hiu berjalan
Hiu Bisa
Jakarta -

Di sebuah tempat terpencil di pantai Papua Nugini pada 3 Mei 2022, para ilmuwan menemukan sesuatu yang menakjubkan: hiu berjalan. Seolah berjalan kaki, hiu itu menggunakan sirip untuk menyeret tubuhnya.

Hiu kecil berwarna cokelat dan hitam berbintik-bintik itu bergerak melintasi kolam air pasang. Ia bergerak seperti singa laut yang lamban saat menyeret tubuhnya melintasi pantai.

Makhluk itu adalah hiu epaulette atau Hemiscyllium ocellatum. Hiu ini unik di antara spesies hiu lainnya dalam hal kemampuannya berjalan di darat.

Dikutip dari Live Science, Forrest Galante, seorang konservasionis dan ahli biologi, baru-baru ini membagikan rekaman langka dari spesies yang tidak biasa ini dalam tayangan spesial Shark Week Discovery Channel berjudul "Island of the Walking Sharks".

"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah salah satu spesies epaulette Papua didokumentasikan berjalan. Ini sangat luar biasa," kata Galante di acara itu.

Para ilmuwan berpikir hiu epaulette, spesies yang ditemukan di seluruh pantai selatan New Guinea dan pantai utara Australia, mengembangkan kemampuan berjalan karena membantu mereka mencari makanan di lingkungan di mana hiu lain tidak dapat bertahan hidup.

"Semua sifat dipilih ketika memungkinkan suatu spesies untuk bertahan hidup lebih baik dan meningkatkan adaptasi lingkungan di mana mereka aman dan bisa mendapatkan makanan," kata Gavin Naylor, Director Shark Research Program di Florida Museum of Natural History di Gainesville.

Hiu epaulette yang tumbuh sekitar 1 meter panjangnya, berenang ke terumbu karang dangkal untuk berburu kepiting dan invertebrata lainnya, makanan pilihan mereka. Saat air pasang, mereka sangat senang nongkrong di kolam air pasang dan melahap makhluk-makhluk ini.

"Tapi begitu mereka selesai, mereka terjebak. Mereka kemudian belajar memanjat karang dan menjatuhkan diri di kolam air pasang berikutnya," kata Naylor yang tidak terlibat dalam tayangan Discovery Channel.

Hiu epaulette dapat mengangkut tubuhnya sejauh 30 m atau lebih melintasi lahan kering. Berjalan dengan sirip bukan satu-satunya adaptasi yang mungkin mereka lakukan.

Spesies ini juga dapat bertahan hidup ketika oksigen langka, menghabiskan hingga satu jam di darat dengan sekali tarikan napas. Kemampuan ini membantu hiu epaulette berkembang di perairan rendah oksigen di kolam pasang.

Menurut para peneliti, hiu epaulette kemungkinan mengembangkan kemampuan berjalan dalam 9 juta tahun terakhir. Dalam sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Marine & Freshwater Research, ini adalah adaptasi kemampuan yang sangat cepat bagi hiu. Peneliti memperkirakan hiu epaulette berpotensi membentuk spesies baru dengan kecepatan yang luar biasa.

Satu pertanyaan besar tentang hiu ini yang ingin dijawab oleh para ilmuwan adalah bagaimana spesies dengan begitu sedikit keragaman genetik dalam populasi dapat menghasilkan individu yang sangat berbeda dalam penampilan mereka.

Pola pada bintik-bintik khas hiu epaulette sangat bervariasi sehingga tidak ada dua individu yang terlihat persis sama, dan Naylor serta ilmuwan lainnya menduga bahwa epaulette sebenarnya dapat mengubah pola warnanya sesuka hati.

"Kami belum membuktikannya, tapi kami pikir itu terjadi," tutup Naylor.



Simak Video "Penampakan Dua Hiu Tutul Mati di Pantai Wonocaki Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT