Salip Amerika, China Bakal Jadi Negara Pertama Bawa Sampel Mars

ADVERTISEMENT

Salip Amerika, China Bakal Jadi Negara Pertama Bawa Sampel Mars

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 23 Jun 2022 07:15 WIB
A visitor to an exhibition on Chinas space program looks at a life size model of the Chinese Mars rover Zhurong, named after the Chinese god of fire, at the National Museum in Beijing on Thursday, May 6, 2021. China has landed a spacecraft on Mars for the first time in the latest advance for its space program. The official Xinhua News Agency said Saturday, May 15, that the lander had touched down, citing the China National Space Administration. Chinese characters read: Build a Space Power. (AP Photo/Ng Han Guan)
Salip Amerika, China Bakal Jadi Negara Pertama Bawa Sampel Mars. Foto: AP/Ng Han Guan
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) menunda misi ke Mars untuk memboyong sampel Planet Merah ke Bumi. Sementara itu, China melaju menyalipnya untuk mencapai tonggak sejarah itu.

Misi ke Mars pertama China, Tianwen-1, diluncurkan pada Juli 2020, dan mengangkut pengorbit, pendarat, dan penjelajah yang membawa total 13 buah peralatan penelitian. Pada Mei 2021, Tianwen-1 mendarat dengan selamat di dataran Mars Utopia Planitia. Penerbangan Tianwen 1 disebut-sebut sukses oleh pemerintah China pada akhir tahun 2021.

Dikutip dari Eurasian Times, seorang pejabat tinggi ruang angkasa di China telah mengkonfirmasi bahwa China berencana membawa batu dari Mars pada tahun 2031.

Sementara itu, NASA AS yang bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa ESA, sedang dalam misi yang lebih canggih untuk mengembalikan sampel dari Mars yang dikumpulkan oleh robot penjelajah Perseverance.

Menurut Sun Zezhou, perancang utama misi bulan Tianwen 1, Chang'e 3, dan Chang'e 4, jadwal China dua tahun lebih cepat dari misi Mars AS-Eropa yang direncanakan untuk membawa sampel Mars ke Bumi.

Pada Maret lalu, NASA mengatakan bahwa mereka akan menunda fase berikutnya dari misi "Sampel Mars" dan membagi misi pendarat menjadi dua pesawat ruang angkasa yang berbeda untuk menurunkan risiko keseluruhan program. Di bawah rencana yang direvisi, Earth Return Orbiter ESA akan diluncurkan pada 2027, dan sampelnya akan kembali ke Bumi pada 2033.

Sample Retrieval Lander yang dipimpin NASA dan Earth Return Orbiter yang dipimpin ESA dijadwalkan diluncurkan pada 2026. Menurut rencana, pendarat akan mengumpulkan sampel Perseverance dan memasukkannya ke dalam roket yang disebut Mars Ascent Vehicle (MAV), yang akan meluncurkannya ke orbit menggunakan rover buatan ESA.

Sampel tersebut rencananya akan dikumpulkan oleh wahana pengorbit, yang akan menggunakan mekanisme pengumpulan yang disediakan NASA, dan kembali ke Bumi pada tahun 2031.

Dengan misi Amerika-Eropa berjalan lebih lambat dari yang direncanakan semula dan misi China berpotensi lebih cepat dari jadwalnya, China bisa menjadi negara pertama yang membawa batu dari Mars ke Bumi.



Simak Video "Misi Terbaru NASA Terbangkan 2 Astronaut ke Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT