Hujannya Batu dan Lautnya Magma, di Planet Ini Bagai Kiamat Setiap Hari

ADVERTISEMENT

Hujannya Batu dan Lautnya Magma, di Planet Ini Bagai Kiamat Setiap Hari

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 10 Jun 2022 09:45 WIB
exoplanet K2-141b yang dihujani besi dan punya lautan magma
Hujannya Batu dan Lautnya Magma, di Planet Ini Bagai Kiamat Setiap Hari. Foto: Julie Roussy/McGill Graphic Design/Getty Images
Jakarta -

Banyak planet di pinggir tata surya yang memiliki kondisi ekstrem dan mengerikan. Salah satunya exoplanet K2-141b yang disebut sebagai 'planet lava'.

Ilmuwan dari McGill University, York University, dan Indian Institute of Science Education, menggunakan simulasi komputer untuk memprediksi kondisi di K2-141b. Hasil penelitiannya diterbitkan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Dari hasil penelitian, ilmuwan menemukan exoplanet ini dihujani batu, dengan angin supersonik dengan kecepatan 5.000 km/jam dan lautan magma sedalam 100 km, seperti dikutip detikINET dari SciTechDaily.

Kondisi ini disebabkan oleh posisi K2-141b yang sangat dekat dengan bintang yang dikelilingi. Posisinya terhadap bintang tersebut juga terkunci, jadi satu bagian planet terus menghadap bintang dan memiliki suhu yang sangat panas.

Ilmuwan memperkirakan bagian exoplanet yang tidak menghadap bintang memiliki temperatur -200 derajat Celcius. Sedangkan bagian yang menghadap bintang temperaturnya bisa mencapai 3.000 derajat Celcius.

Suhu ini tidak hanya bisa membuat bebatuan meleleh tapi sampai menguap, yang akhirnya menciptakan atmosfer tipis di beberapa bagian. Uniknya uap dari bebatuan yang meleleh karena panas yang ekstrem berubah menjadi hujan.

Uap yang terbentuk dari mineral yang dikandung bebatuan berpindah ke daerah yang dingin karena angin supersonik yang kemudian menghujani lautan magma. Ombak yang muncul karena fenomena ini kemudian mengalir ke bagian exoplanet yang panas untuk menguap kembali dan melanjutkan siklusnya.

Tapi, siklus di K2-141b tidak begitu stabil jika dibandingkan dengan siklus hujan di Bumi. Lautan magma yang kembali ke bagian exoplanet yang panas mengalir cukup lambat dan ilmuwan memperkirakan komposisi mineralnya akan berubah dari waktu ke waktu.

"Semua planet batu, termasuk Bumi, memulai sebagai dunia meleleh tapi kemudian mendingin dengan cepat dan menjadi padat. Planet lava memberi kita pemandangan langka pada tahap evolusi planet ini," kata ilmuwan Nicolas Cowan dari McGill University dalam keterangannya.

Langkah selanjutnya, ilmuwan akan menguji jika prediksi mereka benar. Saat ini mereka memiliki data dari teleskop luar angkasa Spitzer yang akan memberi mereka pandangan sekilas tentang temperatur di exoplanet K2-141b.

Mereka berharap dengan diluncurkannya teleskop luar angkasa James Webb pada tahun 2021 akan membantu mereka memverifikasi jika atmosfer di exoplanet itu sesuai dengan perkiraan.



Simak Video "Fakta Menarik Fenomena Planet Sejajar Juni 2022 "
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT