Ambisi China Cari Planet Kembaran Bumi untuk Dihuni

ADVERTISEMENT

Ambisi China Cari Planet Kembaran Bumi untuk Dihuni

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 06 Jun 2022 05:45 WIB
exoplanet
Ambisi China Cari Planet Kembaran Bumi untuk Dihuni. Foto: NASA
Jakarta -

China mengusulkan pencarian planet asing terdekat dari Bumi yang berpotensi layak huni. Sebagai bagian dari upaya ini, mereka meluncurkan pesawat ruang angkasa untuk melakukan pengukuran ultra-presisi tentang bagaimana planet yang mengorbit membuat bintang bergerak.

Untuk misi yang disebut Closeby Habitable Exoplanet Survey (CHES), para ilmuwan akan menggunakan metode yang disebut astrometri relatif mikro-arcsecond. Teknik ini melibatkan pengukuran posisi dan pergerakan bintang yang sangat presisi dibandingkan dengan sekumpulan bintang referensi latar belakang untuk mendeteksi gangguan bintang yang dihasilkan dari pengaruh gravitasi planet ekstrasurya saat mengorbit bintangnya.

Metode ini akan memberikan perkiraan massa planet ekstrasurya dan jarak di mana mereka mengorbit bintangnya, yang pada gilirannya, dapat mengungkapkan apakah planet ekstrasurya ini memiliki potensi untuk menampung kehidupan.

Teleskop ruang angkasa Gaia Badan Antariksa Eropa menggunakan metode yang sama untuk membuat peta 3D dari satu miliar bintang di Bima Sakti. Misi pencarian planet lainnya, seperti Transiting Exoplanet Survey Satellite milik NASA, menggunakan teknik berbeda yang disebut metode transit. Metode ini mencari penurunan luminositas bintang saat planet melintasinya. Namun, metode ini mengharuskan planet mengorbit tepi.

CHES akan jauh lebih fokus daripada Gaia, menargetkan 100 bintang mirip Matahari dalam jarak 10 parsec, atau 33 tahun cahaya dari Bumi dan akan mampu mendeteksi planet yang berpotensi mirip Bumi di zona layak huni di sekitar bintang-bintang tersebut. Saat mensurvei pilihan bintang yang relatif sempit, CHES akan dapat mempelajari sistem eksoplanet tersebut secara komprehensif.

"Perburuan dunia layak huni tentang bintang mirip Matahari di dekatnya akan menjadi terobosan besar bagi umat manusia, dan juga akan membantu manusia mengunjungi kembaran Bumi itu dan memperluas ruang hidup kita di masa depan," kata Ji Jianghui, seorang profesor peneliti dari Purple Mountain Observatory di Chinese Academy of Sciences (CAS) dikutip dari Space.com.

"Sampai hari ini, lebih dari 5.000 exoplanet telah ditemukan dan dikonfirmasi sejauh ini, termasuk sekitar 50 planet mirip Bumi di zona layak huni. Tetapi kebanyakan dari mereka berjarak ratusan tahun cahaya dari Bumi," ujarnya.

CHES akan melakukan pekerjaannya dari Matahari-Bumi Lagrange Point 2, sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi, di mana Gaia, Spektr-RG dan Teleskop Luar Angkasa James Webb saat ini beroperasi.

"CHES akan menjadi tambahan yang luar biasa untuk eksplorasi planet ekstrasurya," kata Elizabeth Tasker, seorang profesor di Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang.

"Sementara jumlah target potensial kecil, pengukuran massa planet untuk planet yang mengorbit bintang tipe K-, G- dan F tetangga kita akan menjadi tambahan yang berharga untuk data kita saat ini dan langkah menuju mengidentifikasi dunia yang layak huni," sambungnya.

Tasker berpendapat, meskipun CHES tidak dapat menyelidiki permukaan planet-planet ini untuk melihat apakah mereka memiliki lingkungan seperti Bumi, pengukuran massa langsung memberikan indikator penting tentang planet mana yang bisa, atau pasti tidak mirip Bumi.

"Planet bermassa lebih tinggi akan menarik atmosfer yang lebih tebal daripada Bumi, berpotensi mengandung gas seperti hidrogen dan helium, yang sangat baik dalam memerangkap panas.

Potensi kelayakhunian planet terestrial dari penemuan yang dilakukan oleh CHES dapat diselidiki lebih lanjut oleh tim lain. Untuk sebuah planet yang membuat transit yang dapat diamati melintasi bintangnya, spektrum cahaya yang melewati atmosfer sebuah planet ekstrasurya dapat dianalisis untuk mengungkapkan informasi tentang komposisinya.

Misi tersebut tampaknya bersaing dengan proposal planet ekstrasurya lain dari Shanghai Astronomical Observatory, juga di bawah CAS. Misi yang disebut Earth 2.0 ini akan menggunakan metode transit untuk memantau 1,2 juta bintang kerdil, dalam upaya mendeteksi exoplanet dan mempersempit pencarian potensi kembaran Bumi. Misi ini juga akan beroperasi dari Matahari-Bumi Lagrange Point 2.



Simak Video "Teleskop Luar Angkasa China Akan Beroperasi di Tahun 2024"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT