Virus Corona Baru Ditemukan Menyebar Antar Tikus di Swedia

Virus Corona Baru Ditemukan Menyebar Antar Tikus di Swedia

ADVERTISEMENT

Virus Corona Baru Ditemukan Menyebar Antar Tikus di Swedia

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 06 Jun 2022 20:47 WIB
Ilustrasi tikus
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Kelelawar dan trenggiling bukan satu-satunya hewan liar yang menyimpan virus Corona baru. Hewan pengerat seperti tikus, mencit, dan curut juga dapat membawa virus yang terkadang mampu melompat ke spesies kita sendiri.

Di antara tikus red-backed bank voles (Myodes glareolus), para peneliti kini telah mengidentifikasi virus Corona yang tersebar luas dan umum yang mereka sebut virus Grimsö, dinamai dari lokasi penemuannya.

Belum diketahui apakah virus yang baru ditemukan ini berbahaya bagi manusia atau tidak. Meski demikian, temuan ini merupakan pengingat yang baik tentang mengapa kita perlu memantau virus satwa liar, terutama yang dibawa oleh hewan yang hidup di dekat kita.

"Kami masih belum tahu potensi ancaman apa yang mungkin ditimbulkan virus Grimsö terhadap kesehatan masyarakat. Namun, berdasarkan pengamatan kami dan virus Corona sebelumnya yang diidentifikasi di antara tikus tersebut, ada alasan bagus untuk terus memantau virus Corona di antara hewan pengerat liar," kata ahli virologi ke Lundkvist dari Uppsala University di Swedia, dikutip dari Science Alert, Senin (6/6/2022).

Tikus red-backed bank voles adalah beberapa hewan pengerat yang paling umum ditemukan di Eropa. Jalan mereka sering bersinggungan dengan spesies kita sendiri, dan mereka dikenal sebagai inang dari virus Puumala, yang menyebabkan demam berdarah yang dikenal sebagai nephropathia epidemia pada manusia.

Saat mencari perlindungan dari kondisi cuaca buruk, tikus diketahui berlindung di bangunan milik manusia, dan ini meningkatkan risiko kita tertular penyakit yang mereka bawa ke tempat tinggal kita.

Bahkan sebelum pandemi COVID-19 dimulai, Lundkvist dan rekan-rekannya telah berusaha memantau penyakit satwa liar di antara tikus, untuk mengantisipasi dengan lebih baik kapan virus mereka dapat menyebar. Mengingat laju perubahan iklim dan perusakan habitat yang tak henti-hentinya, ada kemungkinan interaksi kita dengan tikus akan meningkat di masa depan.

Halaman selanjutnya: Penelitian tikus >>>



Simak Video "Seputar Virus Covid-19 yang Diyakini Buatan Manusia"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT