10 Banjir Paling Mematikan dalam Sejarah

ADVERTISEMENT

10 Banjir Paling Mematikan dalam Sejarah

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 31 Mei 2022 05:46 WIB
View of Franco da Rocha, flooded after heavy rains, in Sao Paulo state, Brazil, Sunday, Jan 30, 2022. At least 19 people have died in cities in the interior of Brazils largest state, Sao Paulo, after landslides caused by heavy rains that have hit the region since Saturday. (AP Photo/Orlando Junior-Futura Press)
Banjir akibat hujan lebat di Brasil telah menewaskan puluhan orang. Foto: AP Photo/Orlando Junior-Futura Press
Jakarta -

Banjir parah akibat hujan deras di timur laut Brasil telah menewaskan 79 orang. Hal ini mengingatkan akan deretan bencana banjir paling mematikan sepanjang sejarah.

Beberapa peradaban, salah satunya peradaban Mesir kuno, menganggap banjir sebagai berkah. Banjir juga dianggap sebagai salah satu kekuatan alam yang paling kuat.

Di sisi lain, banjir tercatat mendatangkan malapetaka sepanjang sejarah manusia. Terutama para penduduk di daerah rawan banjir, mereka telah menyaksikan hilangnya nyawa yang tak terhitung jumlahnya dan kehancuran infrastruktur dan harta benda berkali-kali. Berikut adalah hitung mundur 10 banjir paling mematikan di dunia, yang merenggut banyak nyawa dikutip dari Value Walk, Selasa (31/5/2022).

10. Banjir Laut Utara, Belanda (1212)

Belanda adalah salah satu korban beberapa banjir terbesar di dunia. Negara ini dibentuk oleh muara Sungai Rhine, Scheldt, dan Sungai Meuse. Banjir Laut Utara dimulai pada Juni 1212 dan berakhir lebih dari enam bulan kemudian.

Bencana ini diperkirakan telah merenggut sekitar 60 ribu nyawa. Ratusan ribu orang harus meninggalkan rumah mereka. Banjir juga menyebabkan kerusakan bangunan dan infrastruktur yang tidak dapat diperbaiki. Belanda membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk pulih dari banjir Laut Utara.

9. Banjir St. Lucia, Belanda (1287)

Banjir St. Lucia pada 12 Desember 1287 menewaskan 50 ribu hingga 80 ribu orang di Belanda dan Jerman Utara. Sebelum banjir besar, hampir tidak ada air di salah satu danau di Belanda.

Banjir dipicu oleh kombinasi pasang naik, badai angin, dan tekanan rendah. Banjir St Lucia mengubah sejarah Belanda karena menghancurkan semua desa antara laut dan desa Amsterdam. Pada saat banjir surut, desa pedalaman Amsterdam telah menjadi kota pesisir. Peristiwa ini berkontribusi membentuk perkembangan Amsterdam menjadi kota besar seperti yang kita kenal sekarang.

8. Banjir Jiangsu-Anhui/Banjir Sungai Yangtze, China (1911)

Yangtze adalah sungai terpanjang ketiga di Bumi, dan yang terpanjang mengalir seluruhnya di dalam satu negara. Sungai sepanjang 6.304 km ini adalah sumber utama transportasi dan irigasi di China.

Banjir Jiangsu-Anhui pada tahun 1911 terjadi ketika sungai Yangtze dan Huai mulai membanjiri pada waktu yang bersamaan. Bencana ini merenggut hingga 100 ribu jiwa, menyebabkan sekitar 375 ribu orang kehilangan tempat tinggal, dan menyebabkan kerugian harta benda yang parah.

7. Banjir Delta Sungai Merah, Vietnam Utara (1971)

Ketika terjadi pada tahun 1971, banjir Delta Sungai Merah tidak mendapatkan perhatian internasional yang layak karena dibayangi oleh Perang Vietnam. Padahal banjir ini merenggut lebih dari 100 ribu nyawa, sebagian besar di Kota Hanoi. Butuh beberapa tahun bagi Vietnam untuk pulih dari bencana, terutama karena pemerintah dan orang-orang di negara yang saat itu dilanda perang sudah menghadapi kesulitan yang parah.

6. Banjir St. Felix, Belanda (1530)

Banjir St Felix menyapu bersih lebih dari selusin desa dan beberapa kota. Diperkirakan 120 ribu orang tewas dan bangunan senilai lebih dari 100 juta Euro hancur. Karena banjir ini, 5 November 1530 dikenal sebagai Evil Saturday (karena banjir terjadi pada hari Sabtu) dalam sejarah Belanda. Ini juga disebut banjir paling mematikan dalam sejarah Eropa.

Selanjutnya: Banjir Paling Mematikan Peringkat 5-1 >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT