Fakta Menakjubkan dan Menyeramkan Tentang Matahari

Fakta Menakjubkan dan Menyeramkan Tentang Matahari

Tim - detikInet
Senin, 02 Mei 2022 21:15 WIB
Foto kombo proses terjadinya gerhana matahari cincin di lihat dari Batam, Kepulauan Riau, Rabu (26/12/2019). ANTARA FOTO/M N Kanwa/foc.
Gerhana Matahari Cincin. Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa
Jakarta -

Matahari adalah benda antariksa yang sangat menarik, sekaligus menakutkan dan misterius. Di Tata Surya kita, Matahari adalah obyek paling besar. Berikut sekelumit fakta menariknya.

Dikutip detikINET dari Live Science, Matahari mencakup 99,8% massa Tata Surya kita. Adapun ukurannya begitu besar, diamaternya sekitar 109 kali diameter Bumi. Sekitar satu juta Bumi bisa muat di dalamnya.

Permukaan Matahari yang terlihat, suhunya di kisaran 5.500 derajat Celcius sedangkan temperatur di intinya amatlah panas, tembus lebih dari 15 juta derajat Celcius.

Sebagai ilustrasi menurut NASA, untuk menyamai energi yang diproduksi Matahari itu, maka 100 miliar ton dinamit harus diledakkan tiap detik.

Menurut ilmuwan, Matahari hanyalah satu dari lebih 100 miliar bintang yang terdapat di Galaksi Bima Sakti. Ilmuwan memperkirakan Matahari masih muda usianya dibandingkan bintang lain, lahir sekitar 4,6 miliar tahun silam.

Di sisi lain berbicara mengenai bintang, ada banyak sekali di alam semesta ini. Bima Sakti saja sudah begitu banyak, padahal masih banyak sekali galaksi lainnya. "Jumlah keseluruhan bintang di alam semesta lebih banyak dari butiran-butiran pasir di semua pantai yang ada di muka Bumi," kata astronom Amerika Serikat, Carl Sagan, yang langsung terkenal saat ia mengucapkannya pada 1980-an.

Diperkirakan bahan bakar nuklir Matahari masih cukup sampai 5 miliar tahun lagi. Saat itulah Matahari disebut bakal mencapai akhir hidupnya, membesar dan kemudian menjadi bintang kerdil.

Seperti kebanyakan bintang lain, Matahari terbuat terutama dari hidrogen, kemudian helium. Sisanya berasal dari 7 elemen yaitu oksigen, karbon, neon, nitrogen, magnesium, besi dan silikon.

Masih banyak yang belum terungkap soal Matahari sehingga menjadi salah satu pusat penelitian bagi NASA dan lembaga antariksa lainnya.

Wahana andalan NASA yang terbang dekat dengan Matahari dinamai Parker Solar Probe. Sedangkan pesawat sejenis yang mendekati Matahari adalah Solar Orbiter milik European Space Agency (ESA).



Simak Video "Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Umat Muslim Bisa Cek Arah Kiblat"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)