Kapan Lebaran? Ini Potensi Hilal 1 Syawal dari Perhitungan Sains

ADVERTISEMENT

Kapan Lebaran? Ini Potensi Hilal 1 Syawal dari Perhitungan Sains

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 27 Apr 2022 16:21 WIB
Ilustrasi Idul Fitri
Kajian sains untuk 1 Syawal (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Rukyat hilal penentuan awal Syawal akan dilakukan pada 29 Ramadan 1443 H yang jatuh pada hari Minggu, 1 Mei 2022. Bagaimana potensi keterlihatan hilal awal bulan Syawal 1443 H atau Lebaran 2022 baik secara global maupun Indonesia?

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang lewat situs Edukasi Sains Antariksa BRIN menjelaskan, ijtimak (konjungsi) atau fase bulan baru awal Syawal 1443 H jatuh pada Sabtu, 30 April 2022 pukul 20.27.57 Universal Time atau Minggu, 1 Mei 2020 pukul 03.27.57 WIB.

Sedangkan Amerika Utara dan Selatan mengalami konjungsi sebelum Matahari terbenam pada 30 Mei 2022. Sementara itu, Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru mengalami konjungsi keesokan harinya pada 1 Mei 2022.

Gambar di bawah adalah peta ketinggian hilal awal bulan Syawal untuk pengamatan pada Sabtu, 30 April 2022 petang hari di seluruh dunia.

potensi hilal
potensi hilal
potensi hilalFoto: BRIN

Terlihat bahwa dari peta di atas, Bulan masih di bawah ufuk untuk Kanada bagian timur, Brasil bagian Timur, Suriname, Guyana Prancis, Eropa, Afrika, Asia, Australia dan Selandia Baru pada petang 30 April 2022. Sedangkan untuk Amerika Utara dan sebagian besar Amerika Selatan ketinggiannya bervariasi antara -1 hingga +1 derajat.

Dikarenakan ketinggian Bulan cukup rendah di dekat ufuk, Bulan sulit untuk diamati baik dengan maupun tanpa alat bantu meskipun sudah di atas ufuk, sehingga kemungkinan hilal baru dapat disaksikan keesokan petangnya yakni pada 1 Mei 2022.

potensi hilalFoto: BRIN


Dari peta di atas, ijtimak terjadi setelah fajar/subuh astronomis di Selandia Baru. Terlihat dari Selandia Baru, Papua Nugini, Oseania, dan sebagian kecil Australia yang sudah mengalami Matahari terbit saat ijtimak. Sementara itu, di Chili dan Argentina sedang mengalami gerhana Matahari sebagian. Beberapa jam setelahnya saat petang hari, ketinggian hilal di Chili dan Argentina cukup rendah bahkan dekat dengan ufuk sehingga kemungkinan hilal sulit diamati di kedua negara tersebut.

"Jika ijtimak terjadi setelah fajar/subuh astronomis di Selandia Baru, maka tidak ada negara manapun yang memenuhi ketinggian Bulan 5 derajat dan elongasi Bulan-Matahari 8 derajat. Sehingga, menurut kriteria Kalender Islam Global atau Rekomendasi Istanbul 2016, 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin, 2 Mei 2022," terang Andi.

Berikut ini peta visibilitas hilal awal bulan Syawal 1443 H pada 1 Mei 2022 petang hari untuk seluruh dunia:

potensi hilal
potensi hilal
potensi hilalFoto: BRIN

Dari peta di atas, terlihat bahwa sebagian besar Asia Tenggara, Jepang, Korea, China memenuhi elongasi geosentrik (diukur dari pusat Bumi) sebesar 6,4 derajat. Akan tetapi, wilayah tersebut belum memenuhi elongasi toposentrik (diukur dari permukaan Bumi) sebesar 6,4 derajat. China memenuhi elongasi geosentrik 8 derajat untuk seluruh wilayah, akan tetapi belum memenuhi elongasi toposentrik 8 derajat untuk wilayah barat laut seperti Urumqi/Xinjiang.

Selanjutnya: Potensi Hilal Lebaran di Asia Tenggara dan Indonesia >>>

Simak juga Video: 11 Ribu Pemudik Turun di Stasiun Wilayah PT. KAI Daop 6 Yogyakarta

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT