Elon Musk Ungkap Penderitaan Para Calon Warga Planet Mars

Elon Musk Ungkap Penderitaan Para Calon Warga Planet Mars

ADVERTISEMENT

Elon Musk Ungkap Penderitaan Para Calon Warga Planet Mars

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 22 Apr 2022 03:00 WIB
SpaceX CEO Elon Musk speaks after unveiling the Dragon V2 spacecraft in Hawthorne, California May 29, 2014. Space Exploration Technologies announced April 27, 2016, it will send uncrewed Dragon spacecraft to Mars as early as 2018, a first step in company founder Elon Musks goal to fly people to another planet. REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo
Elon Musk. Foto: REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo
Jakarta -

Bukan rahasia lagi kalau Elon Musk terobsesi untuk kolonisasi Planet Mars, bahkan membangun kota di sana. Dalam konferensi TED, Elon pun berbicara mengenai nasib para warga pertama Planet Mars nantinya.

Seperti dikutip detikINET dari New York Post, Elon Musk memperingatkan bahwa koloni pertama di Mars jangan dulu berharap gaya hidup mewah atau nyaman.

"Sangat penting untuk menekankan bahwa Mars, terutama pada masa awal, tidak akan mewah. Di sana akan berbahaya, padat, sulit, perlu kerja keras," kata nakhoda perusahaan SpaceX dan Tesla ini.

"Promosi penjualan untuk pergi ke Mars adalah ini berbahaya, sempit, mungkin kalian tidak bisa kembali (ke Bumi). Ini sesuatu yang sulit, perlu kerja keras. Begitulah, tapi itu akan megah," cetusnya lagi.

Untuk ke Mars, SpaceX di bawah komando Musk telah membangun roket bernama Starship. Ia optimistis, dalam beberapa bulan lagi Starship sudah bisa uji coba peluncuran ke orbit.

"Candaan yang selalu kusampaikan adalah, yang bisa digaransi adalah kegembiraan. Sukses tidak digaransi, tapi kegembiraan tentu bisa," cetus Elon Musk.

Pada tahun silam, manusia terkaya di dunia ini memprediksi bahwa umat manusia bisa tiba di Planet Mars dalam waktu 10 tahun. Namun memang butuh waktu lebih lama untuk membangun koloni yang bisa berfungsi.

Ia kerap berbicara bahwa manusia perlu menjadi spesies antar planet, tak terpaku untuk tinggal di Bumi. Itu karena planet ini berpotensi menghadapi bahaya besar.

"Kupikir penting untuk memaksimalkan usia kesadaran manusia. Peradaban manusia bisa berakhir karena alasan-alasan eksternal, seperti meteor raksasa, (letusan) gunung berapi super atau perubahan iklim ekstrem atau Perang Dunia III, atau juga alasan-alasan lainnya," tutur Elon Musk.



Simak Video "Eksplorasi Mars Berujung Menyisakan Sampah Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT