Rusia Pede Bakal Meluncur ke Bulan Lagi

ADVERTISEMENT

Rusia Pede Bakal Meluncur ke Bulan Lagi

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 15 Apr 2022 21:34 WIB
China dan Rusia sepakat bangun stasiun luar angkasa di bulan, bisa digunakan negara-negara lain.
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Mungkin 2022 akan menjadi tahunnya Luna 25. Misi ke Bulan Rusia yang tertunda ini, kemungkinan akan meluncur di musim panas tahun ini. Pengumuman tersebut disampaikan badan luar angkasa Rusia Roscosmos dan ditegaskan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Kami akan terus menciptakan kapal pengangkut generasi baru dan teknologi untuk energi luar angkasa nuklir, di mana kami tentunya memiliki keunggulan yang sangat bagus dan jelas. Kami akan melanjutkan misi ke Bulan," kata Putin seperti dikutip dari IFL Science.

Putin mengatakan, negaranya akan melaksanakan rencananya untuk ruang angkasa, meskipun ada upaya dari luar untuk mencegahnya bergerak maju. Tampaknya Putin merujuk pada sanksi yang dijatuhkan pada Rusia setelah ia melakukan invasi ke Ukraina.

Rencana Rusia ke luar angkasa diprediksi akan meluncurkan Luna 25 pada Agustus 2022. Ini adalah misi robot yang dirancang untuk membuktikan teknologi pendaratan dan memiliki 30 kilogram instrumen ilmiah untuk mempelajari tanah kawah Boguslavsky.

Misi ini kemudian akan disusul oleh Luna 26 pada tahun 2024, misi pengorbit untuk memetakan Bulan, lalu Luna 27 yang ditargetkan meluncur Agustus 2025. Untuk melengkapi rencana ambisius ini, Rusia ingin mendaratkan manusia di Bulan antara tahun 2027 atau 2028.

Pernyataan Rusia pun menuai reaksi badan antariksa Eropa ESA. Dalam pernyataan terbarunya, ESA memutuskan berhenti bekerja sama dengan Rusia dalam melakukan berbagai program luar angkasa.

"ESA akan menghentikan kegiatan kerja sama dengan Rusia pada program Luna-25, 26, dan 27. Sama halnya dengan ExoMars, misi ke Mars yang dibatalkan, agresi Rusia terhadap Ukraina dan sanksi yang diberlakukan mewakili perubahan mendasar dari keadaan ini dan membuat ESA tidak mungkin untuk mengimplementasikan kerja sama misi ke Bulan yang sebelumnya sudah direncanakan," demikian pernyataan ESA.

Kolaborasi Eropa di Stasiun Luar Angkasa Internasional pun telah dihentikan oleh Rusia dan misi bersama telah ditunda, sehingga hanya sedikit yang percaya bahwa misi ini akan benar-benar terbang seperti yang ditargetkan sebelumnya.



Simak Video "Dua Apartemen di Chasiv Yar Ukraina kena Rudal, 31 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/jsn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT