Fakta! Bumi Tidak Bulat Sempurna

Fakta! Bumi Tidak Bulat Sempurna

ADVERTISEMENT

Fakta! Bumi Tidak Bulat Sempurna

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 05 Apr 2022 08:45 WIB
Foto Bumi Bulat
Foto: NASA
Jakarta -

Kalau kalian punya pita pengukur super besar yang dimulai di pusat Bumi dan mencapai puncak tertinggi planet kita, kalian tidak akan menemukan Gunung Everest sebagai titik tertinggi. Sebaliknya, gunung tertinggi akan berada di sisi lain dunia, yaitu Gunung Chimborazo di Ekuador.

Chimborazo menang dalam hal ini karena Bumi sebenarnya sedikit terjepit di bagian kutubnya. Penggambarannya seperti sebuah bola yang ditekan oleh dua tangan pada bagian atas dan bawahnya. Akibatnya, khatulistiwa yang merupakan tempat Ekuador berada akan menonjol.

Dikutip dari Live Science, Selasa (5/4/2022) alih-alih berbentuk bola yang bulat sempurna, Bumi merupakan oblate yang berarti bentuknya seperti bola yang agak lonjong seperti telur. Tapi lonjongnya ini sedikit saja, jadi sekilas masih seperti tampak bulat sempurna dan tidak disadari semua orang. Yang jelas, Bumi memang tidak datar.

"Faktanya, kebanyakan planet dan Bulan tidak berwujud bola sejati. Mereka biasanya terjepit dalam beberapa cara atau lainnya," kata James Tuttle Keane, seorang ilmuwan planet di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California, Amerika Serikat.

"Jadi, kenapa Bumi dan planet lain serta Bulan tidak bulat sempurna? Hal ini disebabkan sesuatu yang disebut gaya sentrifugal atau gaya luar yang dialami oleh sebuah benda yang berputar," kata Keane.

Sebuah planet yang berputar mengalami gaya sentrifugal. Kalian juga dapat melihatnya beraksi: jika kalian berputar di kursi atau di atas kaki, kalian akan merasakan adanya tarikan dari pusat kalian. Hal ini mungkin akan menyebabkan lengan atau kaki kalian terkilir.

"Atau, jika kalian duduk di komidi putar, ada sedikit kekuatan ekstra yang bekerja pada Anda di komidi putar itu, sehingga Anda merasa ditarik ke samping," kata Keane memberikan penggambaran.

Karena planet dan Bulan berputar, gaya sentrifugal menyebabkan mereka menonjol di ekuatornya. Efeknya bisa sangat halus, tetapi contoh bagusnya adalah Jupiter dan Saturnus.

Jika melihat gambaran global dari salah satu raksasa gas ini, kalian akan melihat bahwa mereka sedikit terjepit dan bagian tengahnya menonjol. Keane menyebutkan, bentuk terjepit planet-planet ini lebih terlihat karena mereka adalah planet yang berputar paling cepat di Tata Surya. Semakin cepat sesuatu berputar, semakin besar gaya sentrifugal yang bekerja padanya.

Contoh ekstrem gaya sentrifugal yang bekerja pada sebuah benda adalah planet kerdil Haumea. Planet kerdil itu berada di Sabuk Kuiper, wilayah objek es di luar orbit Neptunus.

"Haumea seukuran Pluto, tetapi berputar sangat cepat, satu putaran penuh setiap empat jam, sehingga wujudnya hampir berbentuk seperti telur," tutup Keane.



Simak Video "Gempa M 6,8 Guncang Enggano Bengkulu!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT