Atlantis, Kisah Plato yang Tak Lekang oleh Zaman

Atlantis, Kisah Plato yang Tak Lekang oleh Zaman

Tim - detikInet
Senin, 04 Apr 2022 22:37 WIB
atlantis
Ilustrasi Atlantis. Foto: Istimewa
Jakarta -

Pernah baca buku berjudul Timaeus? Kalau belum, bagaimana dengan Critias? Dua karya tulis itu mungkin bagi sebagian orang tidak sementereng The Alchemist karya Paulo Coelho atau serial Sherlock Holmes buatan Sir Arthur Conan Doyle.

Walau begitu, baik Timaeus dan Critias punya satu topik paling terkenal yang masih relevan sampai sekarang, meskipun buku-buku tersebut ditulis oleh filsuf era Yunani kuno bernama Plato. Kisah yang dimaksud adalah keberadaan soal negeri Atlantis.

Lantas, mengapa cerita yang hampir seluruhnya bisa dibilang belum tentu benar itu bisa terus bertahan? Padahal, sudah lebih dari 2.300 tahun sejak kematian filsuf kenamaan itu.

"Itu adalah sebuah cerita yang membangkitkan imajinasi," ujar James Romm, profesor dari Bard College, New York, Amerika Serikat, sebagaimana detikINET kutip dari National Geographic, Senin (4/4/2022)

"Itu adalah mitos yang luar biasa. Ia punya banyak elemen yang orang-orang sangat suka membayangkannya," katanya menambahkan.

Apa yang dibilang James tentu benar adanya. Lihat saja DC yang menghadirkan superhero bernama Aquaman. Karakternya sebagai manusia super yang tinggal di bawah laut juga menyeret-nyeret keberadaan Atlantis di dalamnya.

Untuk menjelaskan bagaimana Atlantis bisa memberi pengaruh besar terhadap imajinasi jutaan, atau bahkan miliaran orang seiring perkembangan zaman, mari menarik waktu mundur sedikit ke belakang. Plato menceritakan kisah tersebut sekitar 360 tahun sebelum masehi.

Para pendiri Atlantis, sebagaimana disebut oleh filsuf tersebut, merupakan separuh dewa dan separuh manusia. Mereka menciptakan peradaban utopia dan menjadi sangat kuat di sektor laut.

Halaman selanjutnya, penggambaran Atlantis>>>