Cincin Saturnus Diprediksi Bakal Lenyap, Kok Bisa?

ADVERTISEMENT

Cincin Saturnus Diprediksi Bakal Lenyap, Kok Bisa?

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 01 Apr 2022 10:15 WIB
satelit saturnus
Foto: NASA/JPL/Space Science Institute
Jakarta -

Di antara planet-planet di Tata Surya kita, Saturnus bisa dibilang yang paling unik dan cantik karena punya cincin megah yang mengelilinginya. Namun cincin yang menjadi ciri khasnya ini diprediksi akan menghilang. Kok bisa?

Sejak kita bisa melihat Saturnus dari dekat berkat pesawat ruang angkasa Voyager NASA, cincin-cincin itu menjadi suguhan visual bagi para pengamat bintang. Namun, baru-baru ini ilmuwan khawatir bahwa cincin yang cantik itu mungkin tidak akan bertahan lama dan menghilang.

NASA menjelaskan, cincin Saturnus terdiri dari miliaran bongkahan es air yang memiliki ukuran beragam, mulai dari yang sebesar butiran pasir hingga seukuran gunung.

Cincin adalah salah satu dari tiga komponen utama dari sistem Saturnus. Bersama dengan bulan Saturnus, cincin menjadi komponen utama dari sistem planet tersebut, dan umumnya memiliki ketebalan 10 meter.

Pesawat ruang angkasa Cassini, yang mencapai Saturnus pada tahun 2004, menemukan bahwa sebagian besar materi di cincin Saturnus, sebuah cincin yang menyebar di luar cincin utama yang terang, adalah hasil dari pancaran air yang muncul dari bulan Enceladus.

Apa yang sebabkan cincin Saturnus hilang?

Ilmuwan badan eksplorasi luar angkasa Jepang JAXA, James O'Donoghue, dalam sebuah wawancara, menjelaskan bahwa cincin Saturnus menghilang karena elektrifikasi materi berdebu, sesuatu yang disebabkan oleh gangguan mikrometeorit dan radiasi Matahari.

Setelah dialiri listrik, partikel-partikel ini kemudian disejajarkan dengan garis medan magnet Saturnus. Pada langkah berikutnya, partikel-partikel yang dialiri listrik ini terlalu dekat dengan bagian atas atmosfer Saturnus sehingga gravitasi Saturnus menariknya ke dalam awan planet.

Kelanjutan dari proses ini, yang oleh para ilmuwan disebut 'hujan cincin', akan menyebabkan cincin-cincin itu lenyap dalam beberapa juta tahun mendatang.

O'Donoghue mengatakan, cincin itu akan bertahan paling lama 300 juta tahun lagi. Sementara para ilmuwan sebelumnya berpikir bahwa cincin itu terbentuk bersama Saturnus sekitar 4,6 miliar tahun lalu, data dari pesawat luar angkasa Cassini mengungkapkan bahwa mereka tidak mungkin berusia lebih dari 10 juta hingga 100 juta tahun.



Simak Video "Eksplorasi Mars Berujung Menyisakan Sampah Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT