Cerita Babi Ngepet dari Sisi Ilmiah

Eureka!

Cerita Babi Ngepet dari Sisi Ilmiah

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 23 Mar 2022 13:44 WIB
Babi Kutil Jawa
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai mitos babi ngepet. Ada yang meyakini kalau babi ngepet adalah makhluk jadi-jadian, ada juga yang menyebut itu hanya babi biasa.

Dalam kacamata zoologi, tidak ada istilah babi ngepet. Hal ini bisa dibuktikan dari analisis visual hewan. Profesor di Pusat Penelitian LIPI-BRIN Prof Dr Ir Ibnu Maryanto, menyebutkan babi ngepet sebenarnya hanyalah babi hutan.

"Yang namanya babi ngepet secara harfiah bisa dilihat itu adalah babi hutan. Jadi kemungkinan itu adalah babi yang dilepas oleh manusia untuk mencari ketenaran," ujarnya saat live Eureka! tentang Makhluk Mitologi Indonesia, Senin (21/3/2022).

Indonesia punya dua sub spesies babi hutan, yaitu celeng (Sus scrofa vittatus) dan bagong (Sus verrucosus). Celeng dan bagong adalah sub spesies dari babi hutan dunia (Sus scrofa) yang menyebar dari Eropa sampai Asia.

Babi hutan celeng, habitatnya menyebar dari Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa sampai ke Pulau Komodo. Di Jawa Barat, khususnya di Taman Nasional Ujung Kulon, babi hutan ini adalah pemakan buah. Sedangkan di Pulau Komodo, celeng juga makan akar, umbi, rumput, serangga, ular, kepiting dan bangkai. Di sana, celeng menjadi mangsa utama para Komodo.

Sedangkan babi hutan bagong, habitatnya adalah hutan jati, padang ilalang dan lahan budidaya yang ada di Jawa. Di Jawa Barat, hewan ini terkadang ditemukan mulai dari Rangkasbitung, Sukabumi, Garut, terus ke selatan Jawa sampai Pangandaran.

Dalam banyak kejadian warga heboh menangkap babi ngepet, itu sebenarnya babi hutan yang masuk ke pemukiman. Banyak orang di Pulau Jawa, kurang menyadari kalau daerah mereka secara alami adalah habitat babi hutan.

Simbol pesugihan dan keserakahan

Mitos babi ngepet sendiri sudah lama diadopsi oleh masyarakat Indonesia, terutama di kalangan suku Sunda dan Jawa. Babi ngepet dianggap bagian dari pesugihan yang digunakan orang untuk memperkaya diri.

Cerita pesugihan di beberapa tempat selalu dikaitkan dengan hewan luar biasa, karena dalam ngelmu pesugihan selalu mengadopsi kekuatan atau simbol-simbol hewan. Babi adalah simbol dari keserakahan yang bersifat negatif.

Prof Ibnu menyebutkan, babi tak melulu menjadi simbol keburukan. Ada juga sifat dan perilaku babi yang menjadi menggambarkan hal-hal baik.

"Babi menjadi simbol keserakahan manusia, apa saja dimakan oleh babi. Di sisi lain babi itu juga pelari kencang dan lurus nggak bisa belok. Makanya dia juga disimbolkan sebagai orang yang hidupnya berjalan lurus, jujur, pekerja keras," jelasnya.

[Gambas:Youtube]





Simak Video "Mengungkap Fakta Ilmiah Legenda Orang Bati yang Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)