8 Gejala Omicron Bahkan Meski Sudah Divaksin

8 Gejala Omicron Bahkan Meski Sudah Divaksin

ADVERTISEMENT

8 Gejala Omicron Bahkan Meski Sudah Divaksin

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 13 Mar 2022 05:45 WIB
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern
Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Omicron menunjukkan sifat menghindari kekebalan. Varian ini dapat menginfeksi bahkan jika kalian sudah divaksin dua dosis. Kenali gejala Omicron yang bisa diderita orang yang sudah divaksinasi, juga tanda yang dapat dideteksi sejak dini untuk mencegah infeksi parah varian virus Corona yang satu ini.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal penyakit menular dan epidemiologi, Eurosurveillance, orang yang telah divaksinasi dapat menderita delapan gejala Omicron berikut ini:

  • Batuk
  • Pilek
  • Kelelahan
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Bersin.

Dikutip dari Independent, studi tersebut juga mengatakan bahwa batuk, pilek, dan kelelahan adalah gejala paling umum yang diderita individu yang sudah divaksinasi, sedangkan bersin dan demam paling jarang terjadi.

Sebelumnya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa Omicron mungkin bukan virus ringan, tetapi menyebabkan gejala yang lebih ringan, mungkin karena status vaksinasi seseorang dan kekebalan yang diperoleh dari infeksi sebelumnya.

Tanda-tanda awal infeksi Omicron

Jika kalian menderita dua gejala berbeda, misalnya kelelahan dan pusing atau pingsan, kalian harus menjalani tes COVID-19 karena beberapa ahli memperkirakan bahwa 2 tanda ini menunjukkan bahwa seseorang kemungkinan telah tertular infeksi.

Lebih dari sekadar merasa lelah, kelelahan pada gejala Omicron dapat diartikan nyeri tubuh yang menyebabkan otot terasa sakit atau lemah, sakit kepala, dan bahkan penglihatan kabur, hingga kehilangan nafsu makan.

Faktanya, 40% pasien wanita melaporkan mereka merasakan kelelahan lebih parah akibat COVID dibandingkan sepertiga pasien pria, menurut survei Web MD yang menanyakan kepada pengguna seberapa sering mereka mengalami kelelahan. Hasil survei ini dikumpulkan pada periode 23 Desember 2021 - 4 Januari 2022. Studi ini juga menyebutkan pusing atau pingsan adalah tanda kedua bahwa kalian mungkin menderita Omicron.

Pertanyaan lain terkait Omicron juga mempertanyakan apakah penderita long COVID juga bisa terdampak Omicron? Untuk diketahui, Omicron mulai meyebar ke seluruh dunia akhir tahun lalu. Varian ini umumnya menyebabkan sakit yang lebih ringan daripada versi Delta.

Namun WHO mengatakan belum pernah melihat ada penelitian yang menunjukkan bahwa penyintas COVID-19 yang mengalami long COVID mengalami perubahan pada tubuhnya akibat terinfeksi varian Omicron. Lebih lanjut, WHO menguraikan bahwa COVID mempengaruhi setiap bagian tubuh yang menyebabkan sakit parah seperti serangan jantung dan kerusakan saraf.



Simak Video "Gejala Awal Subvarian Omicron XBB"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT