Rusia Umumkan Hengkang dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

ADVERTISEMENT

Rusia Umumkan Hengkang dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 05 Mar 2022 22:13 WIB
Penamapakan ISS
Foto: NASA
Jakarta -

Badan antariksa Rusia Roscosmos secara resmi mengumumkan tidak akan lagi bekerja dengan mitra global untuk melakukan penelitian ilmiah di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Keputusan ini diambil sebagai respons Rusia atas sanksi terhadap invasi yang dilakukannya ke Ukraina.

Dalam sebuah tweet, Roscosmos mengungkapkan pihaknya tidak akan bekerja sama dengan Jerman dalam eksperimen bersama di segmen ISS Rusia. "Kami kini bermaksud untuk melakukannya secara independen," sebut mereka.

Dikutip dari IFL Science, ISS saat ini diawaki oleh kru yang terdiri dari personel Rusia, Amerika, dan Jerman. Namun konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung telah menciptakan keretakan serius antara Rusia dan negara-negara Barat.

Awalnya, badan antariksa AS NASA berharap dapat mempertahankan kolaborasinya dengan Roscosmos dan tetap optimis bahwa operasional di stasiun luar angkasa dapat berjalan seperti biasa. Namun, eskalasi permusuhan telah membuat seluruh proyek penelitian luar angkasa di ISS dan masa depannya diragukan.

Berdasarkan perjanjian ini, ISS diizinkan untuk tetap beroperasi hingga 2024, meskipun NASA baru-baru ini mengumumkan niatnya untuk memperpanjang proyek hingga 2030. Namun, kelanjutan ISS tentunya akan membutuhkan dukungan semua pihak, dan keluarnya Rusia dari kolaborasi ini mungkin akan menggagalkan rencana tersebut.

"Roscosmos memiliki izin dari pemerintah untuk mengoperasikan ISS hanya hingga 2024. Dan masalah perpanjangan perjanjian dalam kondisi saat ini membuat kami skeptis. Program luar angkasa Rusia akan disesuaikan dengan latar belakang sanksi, prioritasnya adalah pembuatan satelit untuk kepentingan pertahanan," kata Roscosmos beberapa waktu lalu.

Peran Rusia sangat krusial di ISS, antara lain mengendalikan laboratorium kunci, mengirimkan pasokan dari Bumi, bahkan juga mengatur ketinggian stasiun itu yang mencegahnya meluncur ke Bumi.

Mitra AS lain yang turut mengoperasikan ISS seperti Jepang, Eropa dan Kanada bisa membuat ISS tetap bertahan tanpa Rusia. Akan tetapi mungkin tidak sepadan dari sisi usaha dan biayanya.

Rusia juga memutuskan untuk berhenti memasok mesin roket ke AS. Hal ini disampaikan secara resmi oleh Dmitry Rogozin, kepala badan antariksa Rusia Roscosmos.

"Dalam situasi seperti ini kami tidak bisa memasok AS dengan mesin roket terbaik kami. Biarkan mereka terbang dengan sesuatu yang lain, sapu terbang mungkin, saya tidak tahu," kata Rogozin sambil menyindir AS.

Menurut Rogozin, Rusia telah mengirimkan total 122 mesin RD-180 ke AS sejak 1990-an. Sebanyak 98 di antaranya telah digunakan untuk menggerakkan kendaraan peluncuran Atlas.

Roscosmos juga akan menghentikan servis mesin roket yang sebelumnya dikirim ke AS. Hingga saat ini, AS masih memiliki 24 mesin dan Rusia berniat membiarkannya karena tidak mau lagi memberikan bantuan teknis kepada AS.



Simak Video "Rencana Rusia Tinggalkan Stasiun Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT