Jangan Semprot Masker Pakai Hand Sanitizer, Pokoknya Jangan

Jangan Semprot Masker Pakai Hand Sanitizer, Pokoknya Jangan

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 25 Feb 2022 17:17 WIB
Portrait of young woman putting on a protective mask for coronavirus isolation
Foto: iStock
Jakarta -

Menyemprotkan hand sanitizer atau pembersih tangan ke masker dengan tujuan agar lebih higienis, nyatanya malah berbahaya bagi si pemakai masker.

Berdasarkan hasil studi para ilmuwan di Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) Australia, paparan hand sanitizer berbasis alkohol sebenarnya mengurangi efektivitas masker.

Kebiasaan menyemprot masker dengan hand sanitizer biasanya dikarenakan persediaan masker yang terbatas dan terpikir untuk menggunakannya kembali daripada membeli yang baru. Untuk memperpanjang masa pakainya, orang-orang menyemprotkan hand sanitizer pada permukaan masker bekas tersebut.

"Masker respirator sekali pakai mampu mempertahankan keefektifannya setelah empat jam terus menerus terpapar uap pembersih alkohol atau satu semprotan pembersih secara langsung. Tapi paparan lebih lanjut memiliki potensi degradasi yang lebih serius," kata para peneliti seperti dikutip dari 9News, Jumat (25/2/2022).

Selain itu, mengekspos masker ke konsentrasi uap alkohol yang tinggi juga membuat masker tidak lagi menawarkan perlindungan dari bahaya partikel dan virus di udara.

Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health ini diyakini sebagai penelitian pertama di dunia yang menyelidiki dampak uap dari hand sanitizer berbasis alkohol dan larutan pembersih pada kinerja masker KN95 dan P2.

"Masker wajah sekali pakai akan terus menjadi bagian dari banyak kehidupan kita karena mereka memberi kita pertahanan terhadap COVID-19, variannya, dan patogen apa pun di masa depan, tetapi kami telah mendengar cerita tentang orang-orang yang mencoba memperpanjang umur masker dengan membersihkannya," kata penulis utama dan peneliti CSIRO Dr Jurg Schutz.

"Kami mulai memikirkan jenis produk yang lebih banyak digunakan orang selama pandemi, seperti pembersih tangan berbasis alkohol dan larutan pembersih, dan menyadari bahwa ini dapat memengaruhi sifat elektrostatik masker wajah," sambungnya.

Dijelaskan olehnya, masker ini bergantung pada muatan elektrostatik yang menarik partikel dan menjebaknya seperti jaring laba-laba yang lengket. Tetapi kita juga tahu, muatan ini dapat dihancurkan oleh uap alkohol yang sangat pekat.

Para peneliti menemukan, masker bekerja dengan baik dalam tiga skenario umum yang digunakan untuk mencegah penyebaran COVID-19: menggunakan pembersih tangan saat mengenakan masker, membersihkan meja saat mengenakan masker, dan menyemprotkan masker dengan pembersih tangan atau cologne berbasis alkohol satu kali.

Namun, mereka juga menemukan bahwa menyemprotkan hand sanitizer ke masker lebih dari satu kali justru berbahaya karena membuat masker tidak lagi melindungi pemakainya.

Pemaparan masker lebih lama terhadap uap yang sangat pekat dengan menyegelnya dalam wadah dengan larutan sanitasi berbasis alkohol, misalnya untuk membersihkan masker sekali pakai sebelum penggunaan kedua, akan benar-benar menghancurkan fungsinya.



Simak Video "Ahli Menilai Kebijakan Lepas Masker Tidak Bisa Dilakukan di Semua Daerah"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)