Objek Langit yang Ancam Bumi, Ada yang Sebesar Lapangan Bola!

Eureka!

Objek Langit yang Ancam Bumi, Ada yang Sebesar Lapangan Bola!

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 25 Jan 2022 12:11 WIB
hujan asteroid
Objek Langit yang Ancam Bumi, Ada yang Sebesar Lapangan Bola. Foto: Murayama/Osaka University
Jakarta -

Bumi kita mengorbit bersama benda-benda lainnya di Tata Surya. Di antara benda-benda langit tersebut, ada objek yang disebut mengancam Bumi. Ukurannya pun bermacam-macam. Seberapa berbahaya ancaman objek ini?

Dalam ngobrol-ngobrol bersama pakar astronomi Prof Dr Thomas Djamaluddin, MSc, dijelaskan bahwa di komunitas astronomi memang ada yang melakukan pengamatan NEOs (Near-Earth Objects) atau objek-objek dekat Bumi, umumnya asteroid atau komet yang memang orbitnya dekat Bumi.

"Jadi sebenarnya objek di Tata Surya ini ada planet, asteroid, mungkin juga batu-batuan yang disebut meteoroid atau bahkan meteor, itu sama-sama mengorbit Matahari," kata Djamal saat live "Eureka!: Indonesia Berburu Exoplanet dan Alien", Senin (24/1/2022) malam.

Suatu waktu, sebut Djamal, objek-objek tersebut akan ada yang lintasan orbitnya melintas Bumi. Di saat seperti inilah kita sering mendengar pemberitaan atau peringatan bahwa ada objek langit dengan ukuran tertentu melintasi Bumi kita. Apakah berbahaya?

"Umumnya sampai saat ini dan juga diperkirakan sampai 100 tahun ke depan, tidak ada objek-objek yang mengancam Bumi," jelas Djamal.

Dia mengatakan objek-objek dekat Bumi ada yang ukurannya sebesar bus, tapi jaraknya lebih jauh dari Bumi-Bulan. Ada juga yang lebih besar lagi, kira-kira sebesar lapangan bola. Namun itu pun jaraknya masih jauh dari jarak Bumi-Bulan sehingga aman.

"Jadi berita-berita adanya asteroid yang dekati Bumi atau komet yang melintas dekat Bumi itu lebih dianggap sebagai daya tarik astronomi untuk mengkaji lebih dekat terkait asteroid tersebut. Makna fisik dan karakter fisik dari objek tersebut menarik untuk diteliti, tapi tidak ada dampak signifikan atau bahkan dianggap sebagai dampak yang membahayakan Bumi," urainya.

Jangan panik!

Djamal mencontohkan tahun lalu digelar Planetary Defense Conference (PDC) di Wina, Austria yang mensimulasikan jika ada asteroid menghantam Bumi. Banyak yang salah mengira bahwa ini adalah ancaman sungguhan asteroid 2021.

"Beritanya simulasi tapi di berbagai media seolah-olah ada asteroid mengancam Bumi," terang sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ini.

"Itu disimulasikan di Eropa, bagaimana nanti kalau ada objek mengancam Bumi. Bagaimana kesiapan lembaga-lembaga terkait, bagaimana skenario kalau jatuh ke Bumi, pengevakuasian warganya seperti apa," jelasnya.

Karenanya, Djamal juga mengingatkan agar tak menelan mentah-mentah informasi semacam itu yang bisa menimbulkan kekhawatiran bahkan kepanikan.

"Jadi kita juga harus berhati-hati, kita harus bisa memilih dan memilah informasi yang benar. (Apakah) itu hanya semacam simulasi atau bahkan berita-berita yang sifatnya hoax," tutupnya.



Simak Video "Eureka!: Indonesia Berburu Exoplanet dan Alien"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)