Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Nvidia Gandeng BYD hingga Geely Kembangkan Taksi Robot

Nvidia Gandeng BYD hingga Geely Kembangkan Taksi Robot


Anggoro Suryo - detikInet

Waspada! Hacker Sisipkan Malware di Driver GPU Nvidia
Foto: (Nvidia)
Jakarta -

Nvidia memperluas langkahnya di industri kendaraan otonom dengan menggandeng sejumlah produsen otomotif, termasuk BYD dan Geely, dalam program taksi robot global. Kerja sama ini diumumkan dalam ajang GTC dan menandai upaya Nvidia memperkuat posisinya di pasar kendaraan otonom.

Dalam kemitraan tersebut, BYD dan Geely akan menggunakan platform Nvidia Drive Hyperion, yang menggabungkan chip, komputer, sensor, dan software untuk mengembangkan kendaraan otonom Level 4. Level ini memungkinkan mobil beroperasi tanpa intervensi manusia dalam kondisi tertentu.

BYD sebelumnya sudah menggunakan chip Nvidia untuk mobil konvensionalnya. Kini, perusahaan tersebut akan memanfaatkan Hyperion untuk mengembangkan generasi kendaraan otonom berikutnya. Sementara itu, Geely disebut menggunakan chip Nvidia Drive AGX Thor pada lini kendaraan listrik Zeekr.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Geely juga memasok kendaraan ke layanan taksi robot milik Waymo di Amerika Serikat, yang juga menggunakan teknologi Nvidia baik di dalam kendaraan maupun di cloud. Selain itu, Nvidia juga mengumumkan kerja sama dengan Nissan dan Isuzu untuk pengembangan kendaraan otonom, termasuk bus Level 4.

Langkah ini terjadi di tengah tensi teknologi antara Amerika Serikat dan China, terutama terkait ekspor chip AI. Meski demikian, Nvidia tetap memasok teknologi ke perusahaan China, termasuk chip AI seperti H200 yang sebelumnya mendapat persetujuan ekspor.

China saat ini unggul dalam produksi kendaraan listrik, sementara persaingan taksi robot dengan AS masih relatif seimbang. Di China, Baidu telah mengoperasikan taksi robot di belasan kota, sedangkan Waymo memiliki sekitar 3.000 kendaraan di 10 kota di AS.

Selain menggandeng produsen mobil, Nvidia juga bekerja sama dengan Lyft untuk mengembangkan taksi robot, serta memperluas kemitraannya dengan Uber. Targetnya adalah menghadirkan jaringan global taksi robot dengan hingga 100.000 kendaraan pada 2027, yang akan mulai diuji di Los Angeles dan San Francisco.

Meski ambisius, bisnis otomotif Nvidia masih tergolong kecil dibandingkan bisnis AI-nya. Dari total pendapatan USD 51,2 miliar (sekitar Rp 819 triliun) pada kuartal ketiga 2025, divisi otomotif hanya menyumbang USD 592 juta atau sekitar 1,2%.

Untuk menjawab isu keselamatan, Nvidia juga memperkenalkan sistem baru bernama Halos OS, yang bisa mengintervensi saat ada keputusan berbahaya yang diambil AI saat berkendara. Sistem ini dirancang untuk memastikan kendaraan tetap bisa beroperasi dengan aman meski terjadi kegagalan sensor atau komponen.

Langkah Nvidia ini menunjukkan upaya serius untuk menjadi pemain utama di ekosistem kendaraan otonom, sekaligus mempercepat pengembangan robotaxi di berbagai pasar global, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (17/3/2026).




(asj/asj)






Hide Ads