Viral Gurita Cincin Biru, Hewan Paling Mematikan di Indonesia

Viral Gurita Cincin Biru, Hewan Paling Mematikan di Indonesia

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 24 Jan 2022 16:00 WIB
Gurita Cincin Biru
5 Fakta Gurita Cincin Biru, Hewan Paling Mematikan yang Ada di Indonesia. Foto: iStock
Jakarta -

Seorang pengguna TikTok membagikan temuan gurita cincin biru yang dikenal sebagai hewan paling mematikan. Postingan ini ramai dikomentari dan viral.

Melalui postingannya, akun TikTok @Petersalasanto mengaku terkejut menemukan hewan tersebut ada di Indonesia. Dia tahu bahwa gurita cincin biru bisa membunuh dalam hitungan menit dan tidak ada penawar racunnya.

@petersalasanto BENERAN GA NYANGKA BISA NEMU HEWAN INI DI INDONESIA 😫😫 #pesisir #blueringoctopus #guritacincinbiru ♬ Einaudi: Experience - Ludovico Einaudi & Daniel Hope & I Virtuosi Italiani

Ini bukan pertama kalinya ramai penemuan gurita cincin biru. Tahun lalu, seorang bule pemilik akun TikTok @kaylinmarie21 yang sedang liburan di Bali, juga viral karena memposting video sedang memegang gurita cincin biru tanpa menggunakan pelindung.

Untungnya, perbuatan ceroboh itu tidak menyebabkannya celaka. Hewan berukuran sekitar 15 cm itu muncul di sekitar Pantai Uluwatu, Bali.

Sebenarnya seberapa beracun gurita cincin biru? Simak sejumlah fakta menarik tentang hewan ini, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Racunnya lebih berbahaya dari sianida

Racun gurita cincin biru 1.000 kali lebih kuat daripada sianida. Kandungan racun yang dimiliki hewan ini cukup untuk membunuh 26 manusia dewasa dalam waktu beberapa menit saja.

Seringkali gigitan kecil hewan ini tidak menimbulkan rasa sakit. Dengan cara itu, korban seringkali tidak menyadari bahwa mereka telah digigit, hingga akhirnya racun itu masuk dan perlahan melumpuhkan sistem pernapasan.

Penelitian terbaru menyebut semua gurita memang memiliki racun di tubuh mereka. Sebab, racun itu digunakan untuk membunuh mangsa mereka. Namun, tak semua racun gurita berbahaya untuk manusia.

2. Ciri gurita cincin biru

Gurita ini memiliki ukuran 5 sampai 15 sentimeter, terkadang memiliki warna kekuningan dengan bulatan-bulatan atau garis biru terang di sekeliling tubuhnya.

Warna cincin dan garis biru cerah akan makin jelas tampak ketika akan menyengat lawannya. Hewan memang kerap menggunakan warna dan pola tubuh yang cerah sebagai peringatan untuk pemangsa agar menjauh. Ini adalah sebuah mekanisme pertahanan diri yang disebut aposematisme.

3. Efek racun

Racun dari gurita cincin biru disebut tetrodotoxin, atau TTX, dan pada kasus yang parah, dapat melumpuhkan manusia dalam 30 menit.

Kelumpuhan otot ini akan menjalar ke otot paru-paru sehingga membuat korban kesulitan bernapas dan kekurangan oksigen hingga akhirnya menyebabkan kematian. Anehnya, korban akan tetap sadar ketika mengalami kelumpuhan.

Reaksi usai disengat gurita tersebut tergantung pada jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Gejala gigitan gurita cincin biru akan berkembang cepat dalam waktu sekitar 10 menit.

Beberapa gejala akibat keracunan gurita cincin biru adalah produksi air liur yang berlebihan, kesulitan menelan, sesak pada bagian dada, mati rasa, berkeringat, pusing dan sakit kepala, mual, kehilangan penglihatan.

Ketika gejala akan meningkat dan menyerang organ lain, akan muncul ciri seperti kelemahan otot, sulit berkomunikasi, kekurangan oksigen di jaringan tubuh yang mengakibatkan perubahan warna kulit seperti biru hingga keunguan.

4. Menyengatkan racun ketika terancam

Seperti pada hewan lainnya, gurita akan menyerang jika merasa dalam kondisi terancam. Namun, kasus gurita ini menyerang manusia sangat jarang.

Jadi, disarankan untuk tidak mengganggu ruang kecil habitat aslinya. Gurita dapat keluar masuk ruang yang sangat kecil. Maka berhati-hatilah agar tidak menyentuh benda apapun yang menjadi tempat persembunyian gurita.

5. Tempat sembunyi

Pada siang hari, gurita cincin biru senang bersembunyi di celah-celah karang, cangkang kerang, atau sampah yang ada di perairan dangkal di pantai.

Hewan ini kerap berkamuflase dengan warna pasir yang lembut di dekat pinggir pantai ini. Jadi, hati-hati ketika berjalan di pinggir pantai dan karang agar tak sampai mengganggu mereka.

Kalau bertemu hewan ini di pantai, cukup amati saja dari jauh. Gurita baru akan keluar ke perairan pada malam hari, karena inilah waktu mereka berburu. Empat spesies gurita cincin biru tersebar di Pasifik barat dan Samudra Hindia.



Simak Video "Tak Hanya Alamnya, Flora dan Fauna Ini Menakjubkan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)