Efek Samping Moderna Hingga Pfizer yang Jadi Vaksin Booster

Efek Samping Moderna Hingga Pfizer yang Jadi Vaksin Booster

Tim - detikInet
Jumat, 14 Jan 2022 14:17 WIB
YOGYAKARTA, INDONESIA - JANUARY 13: A health worker prepares a dose of the AstraZeneca COVID-19 booster vaccine during the booster vaccination program on January 13, 2022 in Yogyakarta, Indonesia. While Southeast Asias vaccination programs have gathered pace, many countries in the region are yet to hit the high vaccination rates seen in developed nations. The emergence of Omicron in the region is adding to the urgency in countries like Indonesia, which has only fully vaccinated about 42 percent of its population as of last week, according to publicly available vaccination data. Some places in the region, such as Indonesia and Thailand, have rolled out a booster program alongside their primary vaccination programs in an attempt to aggressively bridge the gap. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Efek Samping Moderna hingga Pfizer yang Jadi Vaksin Booster. Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti
Jakarta -

Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) secara resmi memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (UEA) kepada lima merek vaksin sebagai dosis booster atau lanjutan di Indonesia. Ketahui efek samping Moderna hingga Pfizer yang jadi vaksin booster.

Untuk diketahui, kelima vaksin untuk booster COVID-19 tersebut adalah:

  1. Moderna
  2. CoronaVac atau Vaksin COVID-19 Bio Farma
  3. Vaxzevria dan Kconecavac dari AstraZeneca
  4. Zifivax
  5. Comirnaty dari Pfizer.

"Persetujuan vaksin booster tersebut didasarkan pada data imunogenisitas dari hasil pengamatan uji klinik terkini yang menunjukkan adanya penurunan kadar antibodi yang signifikan terjadi setelah 6 bulan pemberian vaksin primer," jelas Kepala Badan POM, Penny K Lukito dalam Konferensi Pers Vaksin COVID-19 Booster pada Senin (10/1).

Efek samping vaksin booster menjadi perhatian tersendiri, mengingat sebagian orang merasakan reaksi beragam setelah menerima vaksin baik dosis pertama maupun kedua.

Berikut ini efek samping Moderna hingga Pfizer, dirangkum detikINET dari berbagai sumber, Jumat (14/1/2022):

Efek samping Moderna

Vaksin Moderna merupakan vaksin mRNA atau vaksin yang dibuat dari spike protein yang ada di permukaan virus corona. Suntikan Moderna akan langsung bekerja untuk mengenali spike protein virus.

Dikutip dari CNN Indonesia, Ines Atmosukarto, doktor dan ahli molekuler dan biologi seluler dari Universitas Adelaide Australia, menyebut efek sampingnya tidak jauh berbeda dengan vaksin-vaksin merek lain.

"Ya rasa tidak enak, panas, ngilu, meriang itu karena sistem imun kita terstimulasi. KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) tersebut sifatnya sementara. Setelah 24-48 jam biasanya hilang. Memang ada laporan myocarditis (inflamasi jantung) pada orang muda, umumnya laki-laki," kata Ines beberapa waktu lalu.

"Namun ini juga sementara. Setelah beberapa hari hilang. Jangan lupa penyakit COVID-19 malah menyebabkan myocarditis yang lebih lama," ujarnya.

Sementara itu dalam laporannya, FDA menyebut efek samping vaksin Moderna saat uji klinis termasuk:

  • Rasa sakit, bengkak, kemerahan pada area suntikan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kedinginan
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Ruam merah.

Efek samping CoronaVac

Vaksin CoronaVac/Sinovac memperoleh izin penggunaan darurat pada Januari 2021 silam. Untuk efek sampingnya, BPOM menyebut Sinovac bersifat ringan-sedang. Beberapa efek samping vaksin booster Sinovac antara lain:

  • Reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan
  • Kemerahan
  • Umumnya tingkat keparahan grade 1-2.

Efek samping AstraZeneca

Data keamanan dari vaksin AstraZeneca dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping atau KIPI dilaporkan bersifat ringan dan sedang (ringan 55%, sedang 37%).

Efek samping vaksin booster AstraZeneca antara lain:

  • Nyeri di area suntikan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Myalgia
  • Malaise
  • Demam
  • Tubuh menggigil
  • Mual
  • Artralgia (nyeri atau kaki pada sendi).

Efek samping Zifivax

Vaksin Zifivax dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, kemudian dikembangkan di Indonesia bekerjasama dengan PT JBio.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menyebut tidak ada efek samping berat dari vaksin Zifivax. Efek samping berupa efek samping sistemik paling sering dilaporkan yakni, sakit kepala, kelelahan, dan demam.

Efek samping Pfizer (Comirnaty)

Efek samping yang dirasakan penerima vaksin booster Pfizer tidak berbeda jauh dengan vaksin-vaksin lain. Beberapa efek samping vaksin booster Pfizer antara lain:

  • Nyeri ditempat suntikan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Demam.


Simak Video "Respons Moderna Usai Swedia Cs Setop Sementara Penggunaan Vaksinnya"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)