Ini Dugaan Ilmuwan Soal Asal Usul Varian Omicron

ADVERTISEMENT

Ini Dugaan Ilmuwan Soal Asal Usul Varian Omicron

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 13 Des 2021 22:05 WIB
Varian Omicron
Studi: Omicron Kemungkinan Berevolusi di Tubuh Tikus. Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov
Jakarta -

Sejak kemunculan Omicron, ilmuwan berupaya mencari tahu dari mana asal mula varian baru virus Corona ini, bagaimana caranya menginfeksi tubuh, dan sejumlah hal lain. Beberapa ilmuwan memiliki teori alternatif yang menyebutkan bahwa Omicron kemungkinan berevolusi di tubuh hewan.

Teorinya mengatakan bahwa beberapa jenis hewan, terutama hewan pengerat, terinfeksi virus SARS-CoV-2 sekitar pertengahan tahun 2020. Pada spesies baru ini, virus berevolusi, mengumpulkan sekitar 50 mutasi pada protein lonjakan (spike protein) sebelum menyebar kembali ke manusia.

Kristian Andersen, seorang ahli imunologi di Scripps Research Institute, termasuk di antara mereka yang mengemukakan gagasan bahwa Omicron mungkin muncul dari peristiwa zoonosis terbalik.

Untuk diketahui, peristiwa zoonosis adalah ketika patogen hewan mulai menginfeksi dan menyebar di antara manusia. Zoonosis terbalik adalah ketika virus tersebut masuk kembali ke spesies hewan.

"Saya tahu bahwa kebanyakan orang berpikir bahwa ini (berasal dari) individu dengan gangguan kekebalan, dan saya pikir itu masuk akal. Tetapi sejujurnya, saya benar-benar berpikir zoonosis terbalik ini diikuti oleh zoonosis baru, tampaknya lebih mungkin terjadi mengingat bukti yang tersedia dan mutasi itu sendiri, karena beberapa di antaranya sangat tidak biasa," kata Andersen seperti dikutip dari Stat News.

Sejumlah ilmuwan lain yang mempelajari evolusi virus mengatakan bahwa dugaan itu bisa jadi benar. Beberapa ilmuwan lainnya lebih menekankan pada teori bahwa varian berkembang pada orang dengan gangguan sistem kekebalan, sementara sisanya merasa tidak ada cukup bukti pada saat ini untuk mendukung kemungkinan-kemungkinan tersebut.

"Secara pribadi, saya pikir itu lebih mungkin beredar tanpa terdeteksi, pada individu dengan gangguan kekebalan," kata Emma Hodcroft, seorang ahli epidemiologi molekuler di Institute of Social and Preventive Medicine di Bern, Swiss. Meskipun demikian, Hodcroft bersikeras bahwa penting untuk mengeksplorasi hipotesis.

"Saya pasti akan menganggapnya sebagai hipotesis alternatif yang masuk akal untuk evolusi selama infeksi persisten pada manusia," kata Andrew Rambaut, seorang profesor evolusi molekuler di Institute of Evolutionary Biology di Edinburg. Dia memperingatkan bahwa jawaban dari semua pertanyaan ini tidak akan muncul dalam waktu dekat.

Salah satu ciri khas SARS-2 mendasari pemikiran ini, ia mampu menginfeksi sejumlah spesies, anjing dan kucing rumahan, kucing besar, cerpelai, hingga rusa berekor putih. Mengingat betapa mudahnya virus itu melompat dari satu spesies ke spesies lain, orang yang mempelajarinya menganggap daftar ini akan bertambah.

Virus asli yang muncul dari Wuhan, China, pada awal 2020 ini tidak menginfeksi hewan pengerat. Tetapi ketika varian Alpha, Beta, Delta mulai muncul, virus-virus itu diketahui dapat menginfeksi hewan pengerat.

Robert Garry, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Tulane Medical School, telah melacak mutasi SARS-2 yang muncul. Tujuh di antaranya, terkait dengan adaptasi hewan pengerat, perubahan yang tampaknya memungkinkan virus menginfeksi tikus, dan spesies sejenisnya.

Ketujuh mutasi itu, ada di Omicron. Dia percaya, ini adalah masalah apakah varian itu berkembang pada hewan atau inang manusia. Tapi jika yang terbukti adalah pada hewan, kemungkinan besar tempat evolusinya adalah hewan pengerat.

"Terlepas dari apakah varian ini muncul pada spesies lain atau tidak, mengingat kemampuan SARS-2 untuk melompati spesies, ada kemungkinan dunia akan menghadapi varian turunan dari hewan di masa depan. Konsekuensi dari itu? Kita harus terus mengutak-atik vaksin," Garry memperingatkan.



Simak Video "DKI hingga Jabar Level 2 Lagi, Ini Daftar Wilayah PPKM Jawa-Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT